Berita Nasional Terpercaya

Hari Pertama Pengambilan Token PPDB, Banyak Orangtua yang Salah Pilih

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pengambilan token dan pembuatan akun pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK 2022 dimulai Selasa (21/6/2022). Mengingat proses pendaftaran semua serba digital, maka tak sedikit orangtua siswa yang salah klik memilih suatu pilihan di menu PPDB.

Beberapa orangtua memilih untuk langsung datang ke Posko Pengaduan PPDB yang berada di Gedung Sasana Krida Lantai 2 Kantor Disdikpora DIY. Seperti yang dialami Solihul warga Kota Jogja. Ia mengaku salah klik saat pengambilan token. Pendaftaran sekolah yang dituju adalah SMK, namun pada menu awal pembuatan akun tidak muncul pilihan SMK, hanya muncul SMA.

“Jadi waktu di klik pertama ajukan akun, itu langsung muncul SMA, tidak ada SMK. Padahal kami mau mendaftarkan anak ke SMK. Terus mau saya ganti ternyata akun anda sudah terdaftar, maka saya konsultasi ke posko,” katanya, Selasa (21/6/2022).

Baca juga: Tahapan Penerimaan Siswa Baru Kota Jogja Dimulai Awal Juni 2022

Ia mengatakan pada pagi hari sekitar pukul 09.30 WIB mendapatkan antrean di atas 100. Menurutnya tidak sedikit orangtua yang memiliki tujuan sama untuk menanyakan salah klik dalam pembuatan akun.

“Jadi yang datang ini tadi banyak yang salah token, jadi yang diklik SMA, makanya pada bingung dan konsultasi langsung lebih amannya,” ujarnya.

Baca juga: PPDB SMA DIY: Siswa Yang Tinggal 300 Meter Dari Sekolah Dapat Prioritas Di Jalur Zonasi

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya menyatakan, pengambilan token bisa dilakukan di semua sekolah. Menurutnya pendaftar bisa mengklik SMA maupun SMK sama saja.

“Karena token itu belum mempengaruhi apa-apa. Jadi token itu bisa diambil di mana saja baik di SMA maupun SMK,” ujarnya.

Setelah mengambil token, lanjut Didik, pendaftar diminta mengubah password. Selanjut pada tanggal 27-28 Juni 2022 memilih sekolah. Dalam proses itu masih diberikan kesempatan untuk mengubah sekolah yang dipilih.

“Misalnya mendaftar ke SMA tetapi kok berubah pikiran ingin ke SMK, sampai hari kedua masih boleh untuk mengubah pilihan,” tandasnya. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.