Berita Nasional Terpercaya

Kepala BPIP Sebut Olahraga Bahasa Universal Persatuan

0

JAKARTA, BERNAS.ID – Olahraga tidak hanya menjaga fisik tetap sehat dan kuat, tapi juga memiliki dimensi sosial-politik yang menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan, melalui olahraga bisa menemukan nilai-nilai Pancasila seperti kerjasama, kebersamaan, solidaritas, dan sportifitas.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Yudian Wahyudi dalam kegiatan bersama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Cijantung bertajuk silaturrahmi dan olahraga pagi bersama, Selasa (21/6).

Baca Juga Penembakan Dan Ledakan Bom Mewarnai Pilpres Filipina

Melalui kegiatan olahraga bersama ini, Prof Yudian secara luas ingin menunjukkan bahwa Pancasila dapat ditemukan dalam setiap aktivitas sehari-hari, termasuk olahraga. Ia juga menunjukkan bahwa dalam sejarah bangsa Indonesia olah raga pernah menjadi gerakan politik perlawanan terhadap kolonialisme.

“Pada tanggal 10 November 1963, diplomasi olahraga menjadi salah satu gerakan politik penting dunia yang diinisiasi oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno melalui olimpiade GANEFO (Games of New Emerging Force) yang diikuti oleh 43 negara,” jelas Kepala BPIP.

Lanjut tambahnya, tujuan Soekarno menjadikan olahraga sebagai medium diplomasi politik adalah untuk menumbuhkan semangat baru dalam menetralkan konflik blok barat dan timur. Bung Karno berpandangan bahwa olahraga dapat menjadi sarana politik menjalin persahabatan dengan negara-negara lain.

Baca Juga Mendagri Ajak Seluruh Daerah Kelola Sampah Dengan Baik

Selain menekankan keberadaan dimensi sosial-politik dalam dunia olahraga, Kepala BPIP juga menyebut olahraga merupakan bahasa universal yang bisa menjadi sarana promosi dan pertemuan lintas budaya.

“Selain menjadi seni diplomasi, olahraga juga menjadi bahasa universal yang mampu menunjukkan peran unik identitas, nilai, dan budaya. Hal itu terlihat pada gelaran Asian Games di tahun 2018, bagaimana Presiden Ir Joko Widodo sukses mengenalkan tarian Ratoh Jaroe Aceh yang ditarikan oleh 1600 penari serta pemutaran lagu resmi Asian Games yang bergenre Dangdut khas Indonesia yang disaksikan oleh dunia,” tegas Prof Yudian.

Dalam kesempatan ini, Kepala BPIP juga menyinggung pentingnya kolaborasi antara BPIP dengan Kopassus untuk melakukan Pembinaan Ideologi Pancasila. Untuk itu, perlu ada ruang-ruang pertemuan lebih lanjut untuk membicarakan hal ini.

Senada dengan hal tersebut, Danjen Kopassus, Mayjen TNI H Iwan Setiawan, SE, MM mengafirmasi dan menyambut baik ajakan Kepala BPIP. Dalam sambutannya, ia menyatakan siap mendukung BPIP dalam menjalankan tugas dan fungsinya melakukan Pembinaan Ideologi Pancasila.

“Saya menyambut baik kerja sama antara BPIP dengan Kopassus dalam kegiatan silaturrahmi dan olahraga pagi ini, semoga ini menjadi awal kerjasama yang baik Kopassus dan BPIP dalam menjalin kerja sama yang lebih strategis dalam rangka Pembinaan Ideologi Pancasila kepada masyarakat secara luas,” ungkapnya.

Selain melaksanakan kegiatan olahraga bersama, Kepala BPIP bersama dengan jajaran pejabat tinggi madya dan Pratama, serta jajaran pimpinan Kopassus melaksanakan kegiatan penanaman pohon di komplek Kopassus. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam dan udara, yang juga merupakan faktor penting untuk menjaga kesehatan. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.