Berita Nasional Terpercaya

China Adili 2 Advokat HAM dengan Tuduhan Penggulingan Xi Jinping

0

CHINA, BERNAS.ID – Pemerintah China akan mengadili dua pengacara hak asasi manusia (HAM) terkemuka China secara tertutup minggu atas tuduhan upaya menjatuhkan pemerintahan yang sah di luar hukum. Kedua pengacara itu bernama Xu Zhiyong dan Ding Jiaxi.

Reuters melaporkan pengacara diizinkan mendampingi Xu dan Ding dalam persidangan, tapi kerabat, keluarga, hingga diplomat tidak dapat menghadiri sidang. Menurut organisasi pegiat HAM lokal, kedua pengacara itu akan disidang di Pengadilan daerah Linshu, Provinsi Shandong pada Rabu dan Jumat minggu ini.

Baca Juga Militer Rusia Latihan Tembak Rudal Nuklir

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin berkomentar tidak mengetahui situasi terkait kasus kedua pengacara itu. Ketika ditanya terkait kritik kelompok HAM soal penahanan jangka panjang kedua pengacara Xu dan Ding, Wang menjawab semua orang sama di mata hukum China.

“Unit peradilan China menangani kasus sesuai dengan hukum dan melindungi hak dan kepentingan sah setiap tersangka dan yang dituduh, dan tidak boleh difitnah dan diputarbalikkan,” tutur Wang seperti diberitakan Reuters.

Xu (49) dan Ding (54), tokoh organisasi New Citizens Movement. Keduanya bmenyerukan transparansi yang lebih besar terhadap kekayaan pejabat dan warga China untuk dapat menggunakan hak-hak sipil mereka seperti yang tertulis dalam konstitusi negara.

Baca Juga Penembakan Dan Ledakan Bom Mewarnai Pilpres Filipina

Pada 4 Februari 2020, Xu menulis surat terbuka yang meminta Presiden Xi Jinping untuk mengundurkan diri dengan menjabarkan beberapa kegagalan sang presiden mulai dari penanganannya terhadap protes di Hong Kong hingga pandemi virus corona di Wuhan.

Ding hilang pada Desember 2019, dan Xu menghilang pada Februari 2020, tak lama setelah dia menulis surat terbuka itu.

Luo Shengchun, istri Ding yang juga merupakan seorang aktivis mengatakan keduanya secara resmi ditangkap pada 19 Juni 2020. “Keluarga kami tentu saja kesal dan marah,” kata Luo.

“Ini adalah kasus telanjang ketidakadilan dan penganiayaan,” tambahnya.

Pihak berwenang China juga telah mewanti-wanti pengacara Xu dan Ding agar tidak berbicara kepada media. Laman media sosial pengadilan Shandong tidak menyertakan pemberitahuan tentang persidangan mengingat kasus ini sensitif. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.