Berita Nasional Terpercaya

Kasus DBD di Ciamis Melonjak, 4 Warga Meninggal

0

CIAMIS, BERNAS.ID – Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melonjak. Bahkan peningkatan kasus hingga Juni 2022 sudah mendekati angka kasus di 2022 selama setahun.

Catatan Dinas Kesehatan Ciamis, hingga Rabu (22/6/2022), ada 447 warga Ciamis yang dirawat akibat terjangkit DBD. Empat orang di antaranya meninggal.

Angka ini melonjak drastis. Sebab selama 2021 total kasus DBD sebesar 471 orang, tiga meninggal dunia.

“Sementara tahun 2022 ini sampai Rabu (2/6/2022) total kasus DBD di Ciamis sudah mencapai 447. Diantaranya 4 orang meninggal dunia,” ujar Kadinkes Ciamis, Yoyo, didampingi Ketua Kelompok Kerja Substansi (KKS) Penyakit Menular Bidang P2P Dinkes Ciamis, Depi Nuryadin, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: Penularan DBD Di Kota Jogja Kini Meningkat

Perinciannya, pada Januari ada 127 kasus (3 orang meninggal), Februari 86 kasus, Maret 41 kasus, April 60 kasus, Mei 72 kasus (seorang meninggal), dan Juni 61 kasus.

Kasus terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Ciamis Kota (84 kasus). Sisanya di Handapherang (41 kasus), Baregbeg ( 39), Imbanagara (37), Cikoneng (35), Panjalu (26), Sadananya (21), Sindangkasih (17), Cijeungjing (17), Lumbung (13) dan Cipaku (12 kasus).

Bila dibagi berdasarkan jenis kelamin, ada 201 kasus pasien laki-laki (seorang meninggal) dan perempuan 246 kasus (3 orang meninggal).

Kalau dirinci berdasarkan kelompok usia, terbanyak yang terjangkit DBD adalah kelompok usia 15-44 tahun (216 kasus).

Perinciannya, kelompok usia di bawah 1 tahun (bayi) 15 kasus, usia balita (1-4 tahun ) sebanyak 25 kasus (seorang meninggal), kelompok usia 5-14 tahun sebanyak 83 kasus (seorang meninggal), kelompok usia 15-44 tahun sebanyak 216 kasus dan kelompok usia di atas 44 tahun sebanyak 105 kasus (2 orang meninggal dunia).

Baca juga: Sama Halnya Covid-19, Kasus DBD Turut Meningkat Di Indonesia

Sepanjang tahun 2021, saat puncak-puncaknya kasus COVID-19, di Ciamis angka kasus DBD hanya 471.

Perinciannya, pada Januari (11), Februari (5), Maret (6), April (7), Mei (24 kasus, seorang meninggal), Juni (29), Juli (18), Agustus (14), September (39), Oktobr (52), November (116 kasus, seorang meninggal) dan Desember (150 kasus, seorang meninggal). (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.