Berita Nasional Terpercaya

Vaksinasi PMK Perdana di Sleman Prioritaskan Sapi Perah

Bupati Sleman – 17 Agustus 2022
0

SLEMAN, BERNAS.ID – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Kementerian Pertanian secara perdana menyuntikkan 3100 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk ternak sapi perah di Srunen, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Sabtu (25/6). Diketahui, saat ini, tercatat kurang lebih ada 2000 kasus PMK dan 11 kematian di Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan penyuntikan vaksin untuk menekan penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Sleman. Sesuai dengan arahan Kementerian Pertanian, ia menyebut vaksin PMK ini akan diprioritaskan untuk komoditas sapi perah. “Kita berharap dengan pemberian vaksin PMK nantinya benar-benar dapat menghentikan penyebaran virus PMK pada ternak di wilayah Sleman,” tuturnya.

Baca Juga Guru Bangsa Buya Syafii Tutup Usia, Ganjar Pranowo Berkisah

Lanjut tambahnya, Pemkab Sleman memberikan perhatian besar untuk upaya pencegahan PMK pada hewan ternak. Ia menyebut Pemkab Sleman telah membentuk Satuan Tugas Unit Respon Cepat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku dengan Keputusan Bupati Sleman Nomor 33.3/Kep. KDH/A/2022.

“Adanya Satgas ini diharapkan dapat merespon dengan cepat dan tepat setiap kejadian dan laporan dari masyarakat terkait PMK. Selain itu, dengan adanya satgas ini akan memudahkan koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian PMK,” kata Kustini.

Baca Juga : Militer Rusia Latihan Tembak Rudal Nuklir

Sementara Direktur Pakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan RI, drh Nursapto Hidayat, mengatakan pelaksanaan vaksinasi tahap pertama akan selesai pada tanggal 5 Juli 2022 dengan prioritas sapi perah. Seperti vaksinasi Covid-19, vaksinasi PMK untuk ternak akan diberikan sampai tiga kali. Dijelaskan pula bahwa

“Karena sapi perah masa hidupnya lebih lama, beda dengan sapi potong. Selain itu sapi perah juga untuk penghasilan yang sifatnya harian. Dan kebanyakan peternakan sapi perah ini memakai dana bank atau KUR,” tuturnya.

drh Nursapto juga tak melarang penggunaan obat tradisional untuk ternak. “Kalau mau pakai obat-obatan tradisional seperti jamu juga boleh. Gula merah, kecap dan telur tiga butir,” tukasnya. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.