Berita Nasional Terpercaya

Yuk, Nonton Macapat Senja di Teras Malioboro 2 Besok Sore

Bupati Sleman – 17 Agustus 2022
0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menggelar pertunjukan budaya inovatif melalui Macapat Senja. Agenda tersebut bakal digelar di Teras Malioboro 2 sisi barat, pada Selasa (28/6/2022) pukul 15.30-17.30 WIB.

Gelaran Macapat Senja bakal dikemas dalam format kekinian dan menampilkan seniman muda pelestari budaya. Aksi tersebut digelar untuk mempertahankan eksistensi tembang macapat di kalangan generasi muda.

Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Ismawati Retno, menjelaskan bahwa event gelar Macapat Senja menjadi benteng untuk mengimbangi akulturasi budaya di tengah gempuran budaya modern.

“Ini merupakan upaya filterisasi dari budaya asing. Tembang Macapat memiliki tantangan besar dari arus modernisasi,” katanya, Senin  (27/6/2022).

Baca juga: Kidung Wahyu Talang Kencono, Macapat Yang Mengajak Melestarikan Alam

Maka dari itu, pihaknya ingin macapat bisa tetap eksis di era serba modern pada saat ini.

“Keseharian di masa kecil saya, macapat masih sering ditembangkan oleh orang dewasa maupun anak-anak di malam hari. Terkadang ditembangkan oleh orang tua untuk anaknya menjelang tidur. Namun saat ini sudah jarang terjadi dan terancam memudar,” sambungnya.

Macapat Senja di Malioboro menurut dia memiliki arti untuk menghidupkan kebiasaan menggunakan budaya lokal sekaligus mendekatkan masyarakat dengan seni tradisi.

Karenanya pementasan Macapat klasik dan kontemporer dikemas lebih segar, sesuai dengan selera kawula muda.

Sebanyak 50 orang pelaku seni yang terlibat adalah generasi muda. Mereka akan menampilkan Macapat Challenge dan Macapat  Free Style, tanpa meninggalkan aturan metrum berupa guru lagu, guru gatra, dan guru wilangan pada tembang macapat.

Dalam pagelaran itu, pihaknya akan menghadirkan narasumber talkshow macapat Komunitas Jagongan Naskah / Dosen UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Bagus Febriyanto, dan Dosen Prodi Sastra Jawa UGM, Rudy Wiratama.

Seniman Macapat yang terlibat adalah kelompok anak muda jawara macapat dan seniman macapat muda tamansiswa.

Lebih lanjut, pelaku seni Macapat Challenge ialah Danang Fitrianto (Marto Paidi), Maria Ratna Anggraini Santoso, Sri Yuwaningtyas Sukma Putri, Anggraini Puspita Imani, Rahmat Edhy Purnomo dan Rizki Nur Hakiki. Sedangkan, untuk penampil Macapat Free Style ialah kelompok Mantradisi.

Baca juga: Mantradisi Suguhkan Macapat Dengan Elegan Dan Cara Pandang Baru

Kepala Bidang Sejarah Permuseuman Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Dwi Hana Cahya Sumpena, menambahkan bahwa agenda tersebut memiliki tujuan untuk melestarikan sastra lokal dalam tembang macapat kepada kalangan muda.

Oleh sebab itu, pihaknya juga ingin menghidupkan kembali tradisi bermacapat dalam keseharian masyarakat, guna membendung masuknya budaya modern yang kurang sesuai dengan nilai-nilai budaya Jawa. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.