Berita Nasional Terpercaya

Sleman Kekurangan Ribuan Sapi dan Kambing untuk Kurban

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Kabupaten Sleman masih kekurangan ternak sapi dan kambing untuk hewan kurban Idul Adha, 9 Juli nanti. Salah satu langkah memenuhi kebutuhan hewan ternak bagi masyarakat dengan mendatangkan dari luar Sleman.

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman mencatat kebutuhan hewan sapi di Sleman sejumlah 8.268 ekor, tersedia 4.260 ekor dan kekurangan 4.008 ekor, lalu kebutuhan hewan kambing 2.529 ekor, tersedia 2.156 ekor dan kekurangan 373 ekor, kemudian kebutuhan domba 7.082 ekor, tersedia 6.029 dan kekurangan 1.053 ekor.

Baca Juga Polisi Ungkap Sindikat Curanmor Di Sleman

Kepala Dinas DP3 Sleman, Suparmono mengatakan saat ini, sudah ada tiga pihak yang mengajukan permohonan rekomendasi untuk mendatangkan hewan ternak. “Saya sudah tanda tangan 3 permohonan, sapi bali sebanyak 500 ekor, 17 sapi PO, serta 176 kambing dan domba,” tuturnya.

“Kewenangan kami hanyalah, yang mau mendatangkan itu, minta surat ke kami. Lalu, kami cek instalasi kandang dan tempat karantinanya. Sepanjang cukup, kami beri rekomendasi secara teknis layak mendatangkan,” imbuhnya.

Namun, ia menegaskan yang mempunyai kewenangan, boleh atau tidak memasukkan ternak ke Sleman, keputusan berada di Pemda DIY. “Kami akan terus komunikasi di DIY karena kebutuhan sapi kambing kita kurang,” katanya.

“Untuk vaksin, kita akan fokus di daerah atas, Cangkringan, Pakem,lalu melebar ke Turi. Kami percaya virus itu menular melalui aliran air yang salah satunya menjadi kasus penyebar vaksin,” ujar Pram, sapaan akrabnya.

Pram menyampaikan virus PMK tidak membahayakan bagi kesehatan manusia sepanjang daging dan susunya dimasak dengan benar. “Kami selalu menghimbau kepada seluruh peternak untuk sebisa mungkin melokalisir ternak yang sakit serta melakukan pengobatan dan penyemprotan desinfektan di kandang ternak. Masyarakat tidak perlu panik karena penyakit mulut dan kuku dapat disembuhkan,” tuturnya.

Baca Juga Militer Rusia Latihan Tembak Rudal Nuklir

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyatakan hewan ternak yang masuk ke Sleman, diprioritaskan yang sehat karena Sleman memang kekurangan sapi dan kambing untuk kurban. Caranya, dilakukan proses skrinning melalui tracing terhadap hewan ternak yang masuk ke Sleman.

“Hewan ternak yang dikurbankan memang harus kriteria sehat. Tapi kita masih menunggu ketentuan dari Kementerian Agama dan MUI untuk ternak terpapar PMK bila menjadi hewan kurban, misal mulut dan kuku tidak boleh dikonsumsi. Masih menunggu petunjuk dari Kementerian Agama,” tukasnya.

Kustini menyatakan Sleman terus membuka akses perdagangan ternak antardaerah dengan pengawasan yang ketat. Menurutnya, setiap hewan ternak yang akan masuk ke wilayah Sleman harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) per ekornya dari daerah asal.

“Cara ini untuk menjamin bahwa setiap hewan ternak yang masuk ke Sleman dalam kondisi sehat dan terbebas dari PMK. Terlebih lagi ternak tersebut untuk kepentingan Idul Adha harus kita jamin betul kesehatannya,” tukasnya. (Jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.