Berita Nasional Terpercaya

Mantan Direktur RSUD Wonosari Terjerat Kasus Dugaan Korupsi

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Mantan Direktur RSUD Wonosari, perempuan berinisial II (63) terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi di RSUD Wonosari pada tahun 2015 lalu. Dugaan tindak pidana korupsi berupa penyalahgunaan wewenang, terkait pungutan dan penyimpangan.

Ditreskrimsus Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menemukan dugaan kesalahan bayar antara tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 atas uang jasa pelayanan dokter laboratorium kepada para dokter dan petugas kesehatan di RSUD Wonosari.

Baca Juga Polisi Ungkap Sindikat Curanmor Di Sleman

Dirreskrimsus Polda DIY, Kombes Roberto Gomgom Pasaribu mengatakan pada tahun 2015, tersangka II memerintahkan untuk mengumpulkan kembali uang tersebut dan ditaruh secara tunai ke dalam brankas. Dari uang yang terkumpul sebesar Rp 646 juta, tersangka tidak menyetorkan seluruh uang yang terkumpul itu ke kas RSUD Wonosari dan justru digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Perkara tindak pidana korupsi RSUD Wonosari ini mengenai dugaan tindak penyalahgunaan wewenang saat menjabat sebagai direktur. Penggunaan uang tidak dikembalikan ke dalam kas daerah, tapi dipergunakan dengan bersama-sama. Laporan polisi sendiri bertanggal 11 November 2019,” katanya di Mapolda DIY, Selasa (28/6).

Lanjut tambahnya, ada dua tersangka dalam dugaan kasus tindak korupsi, yaitu tersangka berinisial AS yang diproses dalam berkas berbeda. “Satu tersangka lain inisial AS, kita periksa dan kita berkas secara terpisah. AS dan II secara bersama-sama secara sadar menggunakan (uang itu-red),” jelasnya.

Lebih lanjut, modus tersangka untuk menggelapkan duit ratusan juta ini yakni membuat kuitansi palsu seolah-olah ada kegiatan yang menggunakan dana RSUD. Walaupun dalam praktiknya memang ada sebagian uang yang digunakan dalam kegiatan tersebut.

“Modus memalsukan kuitansi penggunaan uang. Penggunaan-penggunaan uang tersebut ada yang bersifat fiktif ada yang memang dipergunakan,” jelasnya.

Baca Juga Penembakan Dan Ledakan Bom Mewarnai Pilpres Filipina

Roberto menyebut akibat perbuatan kedua, kerugian negara mencapai Rp470 juta. Polisi pun telah menyita uang tersebut dari para tersangka. “Dari hasil penghitungan kerugian negara, uang yang berhasil diselamatkan Rp 470 juta,” katanya.

Pihak kepolisian juga menyita dokumen terkait dengan anggaran jasa pelayanan medik RSUD Wonosari T.A. 2009 s/d T.A. 2012. Kemudian dokumen yang terkait pembayaran jasa pelayanan dokter laboratorium RSUD Wonosari T.A. 2009 s/d T.A. 2012. Selain itu ada uang tunai sebesar Rp 470 juta juga turut diamankan.

Roberto menyebut tersangka II akan dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Berkas perkara untuk tersangka II telah dinyatakan lengkap dan hari ini akan diserahkan ke Kejaksaan untuk diproses ke pengadilan,” pungkasnya. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.