Berita Nasional Terpercaya

Bersama OJK, Pendamping UMKM Pakem Ini Ingatkan Warga Waspada dengan Pinjol

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), RM Wibisono, tokoh masyarakat yang sering melakukan pendampingan pengembangan UMKM mengimbau warga Kapanewon Pakem untuk mewaspadai Pinjaman Online (Pinjol). Sebab, dari data nasabah pinjol, Sleman memiliki nasabah pinjol tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Wibisono memahami dengan tuntutan kebutuhan masyarakat, tapi ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam mengajukan pinjaman online.

“Tidak semua Pinjol itu resmi dan terdaftar di OJK, masyarakat bisa mengecek kebenaran atau keabsahan Pinjol itu agar tidak ada permasalahan yang merugikan masyarakat saat melakukan pinjaman online,” ujar RM Wibisono dalam diskusi “Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat Terhadap Pinjaman Online Ilegal” di Kantor Kapanewon Pakem, Sabtu (23/7).

Baca Juga Penembakan Dan Ledakan Bom Mewarnai Pilpres Filipina

Lanjut tambahnya, peminat pinjol ini terus meningkat setiap tahunnya karena kemudahan dalam mengakses pinjaman dana dengan syarat yang tidak terlalu rumit. Misalnya, cukup secara daring dan pengiriman data yang mudah diakses dimana saja, lalu dana bisa langsung cair.

“Jadi sebenarnya kemudahan ini bisa dimanfaatkan atau jadi alternatif bagi pelaku usaha kecil yang butuh akses permodalan cepat. Memang terbukti banyak peminatnya,” tuturnya.

Ia berharap warga sebagai peminjam mampu melihat konsekuensi dari kemudahan tersebut, seperti besaran bunga yang biasanya cenderung lebih tinggi dibandingkan jenis pinjaman melalui lembaga yang lain. Menurutnya, tak dipungkiri ada manfaat positif dari pinjol, antara lain untuk optimalisasi pembiayaan UMKM, meningkatkan layanan proses bisnis, mempermudah pembayaran transaksi dan membantu UMKM menyusun laporan keuangan.

Baca Juga Mendagri Ajak Seluruh Daerah Kelola Sampah Dengan Baik

Praktisi hukum Retna Susanti dalam kesempatan itu mengatakan masyarakat yang meminjam lewat pinjol perlu memperhatikan prioritas kebutuhan. Menurutnya ada beberapa kategori utang yang baik, antara lain untuk kebutuhan mendesak, keperluan peningkatan usaha yang dijalani masyarakat dan membeli barang yang produktif dan berguna bagi keluarga.

“Sebelum mengajukan pinjaman, Monggo diperiksa di layanan OJK apakah lembaga itu terdaftar secara resmi atau tidak. Semua warga bisa mudah mengakses informasinya di OJK kok,” ujar Retno.

Penewu Kapanewon Pakem, Rahmat Harinawan menyebut Pakem yang memiliki sekitar 13.700 Kepala Keluarga (KK) merupakan wilayah yang warganya banyak bekerja di bidang usaha kecil. UMKM ikut membangun perkembangan perekonomian di wilayah Kapanewon Pakem.

“Di Pakem ad 13.700 KK, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) ada 7, KUD ada 1, BUKP ada 1, BPKD ada 1, Badan Kredit ada 3, Bank ada 5, dan pegadaian ada 1. Perekonomian mikron dan kreatifitas warga Pakem cukup tinggi,” tukas Penewu Pakem. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.