Berita Nasional Terpercaya

Mahfud MD Jelaskan Tidak Ada Islamophobia di Indonesia

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Dialog kebangsaan “Imaji Satu Abad Indonesia” di UII Yogyakarta mengajak semua elemen bangsa untuk memikirkan secara kolektif seperti apakah wajah Indonesia di tahun 2045, Selasa (26/7). Mengingat saat ini, Indonesia masih jauh dari kaya bersatu, adil, dan makmur.

Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan, 1 abad Indonesia di tahun 2045 masih kira-kira 23 tahun lagi. Ia mengatakan ada dua acuan yang dipakai untuk menggambarkan Indonesia di tahun 2045. “UUD 45 menyatakan Indonesia masa depan merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dan Perpres No.22 tentang Indonesia Emas, yaitu bersatu, maju, adil, makmur,” tuturnya.

Baca Juga Mendagri Ajak Seluruh Daerah Kelola Sampah Dengan Baik

“Terjadi perdebatan, apakah betul Indonesia akan maju pada tahun 2045?Betul karena sudah dihitung. Yang terjadi di tahun 2045, Indonesia akan menjadi negara maju No.4 di dunia dengan pendapatan per kapita 23 ribu US Dollar karena ada 306 juta jiwa penduduk Indonesia,” imbuhnya.

Mahfud MD juga membantah isu adanya Islamophobia di Indonesia karena mayoritas penduduk beragama Islam. “Tidak ada Islamophobia karena mayoritas Islam. Umat bebas bersaing di politik dan ekonomi dan tidak ada kebijakan anti Islam. Tidak yang ada takut dan benci dengan orang Islam,” tuturnya.

“Kalau ada yang berpakain, lalu dibilang kearab-araban. Pakai cadar dibilang kearab-araban. Yang mengatakan itu bukan Pemerintah, tapi rakyat yang bilang kepada rakyat lain. Tidak ada kebijakan resmi dari Pemerintah,” imbuhnya.

Ia mengatakan Indonesia sedang bangun dengan nilai Islam yang luhur, terbuka, dan kosmopolit atau kesewarganegaraan yang sama.

Baca Juga Penembakan Dan Ledakan Bom Mewarnai Pilpres Filipina

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, untuk membangun Indonesia, harus melihat apa yang dulu disepakati dan ke depannya, melihat apa yang perlu dipertahankan atau dikembangkan. Ia mengatakan Indonesia dibangun dengan desain, Bhinneka Tunggal Ika.

“Indonesia juga dibangun berangkat dari visi yang falsafahnya universal. Dalam Pembukaan UUD 45, kemerdekaan hak segala bangsa, penjajahan di dunia harus dihapuskan,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut KH Staquf, Indonesia dilahirkan dengan Proklamasi yang memberi mandat tidak hanya mendirikan satu negara Indonesia saja, tapi peradapan yang lebih mulia kepada seluruh bangsa.

Rektor UII, Prof Fathul Wahid berharap dialog kebangsaan ini mampu membuat semakin banyak anak bangsa peduli dengan negara. Dampaknya, semakin banyak anak bangsa yang lebih serius berpikir sekaligus mencari solusi atas masalah-masalah yang ada.

“Semakin banyak anak bangsa yang menjalankan perannya, akan menjadikan bangsa Indonesia yang lebih sejahtera, lebih adil dan lebih bermartabat ke depannya,” tukas Prof Fathul. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.