Berita Nasional Terpercaya

Pemdes Kertosari Adakan Seleksi Penerimaan Perangkat dengan CBT

0

TEMANGGUNG, BERNAS.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Kertosari, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung melaksanakan Seleksi Penerimaan Perangkat Desa dengan formasi jabatan Kasi Kesra (Kesejahteraan Rakyat) yang dilaksanakan di Lab Komputer SMKN 1 Jumo, Jl. Kedu-Jumo Temanggung, Kamis (21/07).

Seleksi dilakukan karena Jabatan Kasi Kesra sudah kosong selama sebulan karena pegawai yang sebelumnya mengundurkan diri. Untuk mengisi kekosongan formasi tersebut, Pemdes bermusyawarah dengan BPD, LPMD, dan tokoh masyarakat memutuskan untuk membuka lowongan seleksi penerimaan perangkat desa.

Baca Juga Buya Syafii Ingin Hidupkan Kembali Muhammadiyah Di Kampung Halamannya, Sumatra Barat

Seleksi ikuti sebanyak 15 orang peserta dengan rincian 1 orang peserta tidak lolos seleksi administrasi, 1 orang peserta mengundurkan diri dan 1 orang lagi tidak hadir ketika melaksanakan tes akademi. Peserta yang mengikuti tahapan tes Computer Base Test (CBT), sejumlah 12 orang peserta.

Muhtadi, selaku Ketua Panitia mengatakan pemanfaatan tes CBT akan mempermudah dan mempercepat proses seleksi karena sudah menggunakan komputer dan basis data bank soal. Peserta satu dengan yang lainya tidak bisa saling kerjasama karena sistem soalnya acak dan tidak sama.

“Dengan sistem CBT ini mungkin satu-satunya Desa Kertosari di Kecamatan Jumo yang menggunakannya. Sistem ini digunakan guna menunjang transparansi dan keakuratan jawaban yang dikerjakan para peserta, karena setelah selesai bisa langsung mengetahui nilai yang dikerjakan. Walaupun di desa, kita ingin ada terobosan baru dan bisa menjadi contoh bagi desa lain dalam proses tes penerimaan ini,” jelasnya.

Lanjut tambahnya, tes dengan CBT sangat praktis dan memudahkan karena menggunakan sistem berbasis software, kemudian diintegrasikan dengan bank soal, sehingga yang muncul di layar monitor antara peserta satu dengan yang lainnya berbeda.

Baca Juga Mendagri Ajak Seluruh Daerah Kelola Sampah Dengan Baik

“CBT ini kita kerjasama dengan pihak ketiga, karena kita belum punya tenaga ahli terkait dengan pembuatan software, kemudian untuk proses pembuatan soal ini, panitia dikarantina dan tidak diperbolehkan menggunakan alat komunikasi, sehingga diharapkan soal yang dijadikan tes peserta seleksi tidak bocor ke pihak manapun guna tercapainya proses penerimaan yang fair play tidak ada rekayasa, terakhir saya berharap semoga bisa menghasilkan putra-putri Desa Kertosari yang baik dan bisa ikut membangun desa bersama-sama,” pungkasnya. (*/jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.