Berita Nasional Terpercaya

SPINE20 Ingin Tingkatkan Perawatan Tulang Belakang secara Global

0

SLEMAN, BERNAS.ID – SPINE20 menjadi upaya global untuk meningkatkan tata laksana pada tulang belakang di negara-negara G20 dan sekitarnya. Pertemuan SPINE20 2022 yang bertajuk “Spine Peduli: Bekerja Sama untuk Pulih Lebih Kuat” akan digelar di Bali Nusa Dua Pusat Konvensi (BNDCC), Bali, Indonesia dari tanggal 4-5 Agustus 2022.

Visi SPINE 20, menciptakan dunia yang memiliki perawatan tulang belakang secara tepat, membantu meminimalkan kecacatan global dan meningkatkan kehidupan mereka yang menderita masalah tulang belakang. Sedangkan misi dari SPINE20, mengoptimalkan perawatan secara global untuk memastikan pasien memiliki akses ke perawatan tulang belakang terbaik di wilayahnya masing-masing.

Baca Juga Mendagri Ajak Seluruh Daerah Kelola Sampah Dengan Baik

Perhimpunan Dokter Tulang Belakang Indonesia, Indonesian Spine Society (ISS), Indonesian Orthopaedic Spine Society (IOSS) bersama Pemerintah Republik Indonesia bahu-membahu mempersiapkan SPINE20. Seluruh informasi terbaru dan panduan tentang perjalanan ke Bali, dapat diakses melalui situs web SPINE20 di www.spine20.org.

Bambang Darwono, Ketua SPINE20 mengatakan SPINE20 menjadi upaya global untuk meningkatkan perawatan tulang belakang dan meringankan beban penyakit tulang belakang melalui berbagai cara. Misalnya, merangsang kesehatan tulang belakang yang lebih baik, memajukan tulang belakang penelitian, meningkatkan jalur inovasi tulang belakang, dan meningkatkan perawatan tulang belakang dan pengobatan melalui kebijakan dan dukungan Pemerintah.

“Kami berkomitmen untuk mencapai misi ini. Perhimpunan Tulang Belakang Indonesia dan Komunitas Tulang Belakang Indonesia bersama-sama dengan pemerintah Republik Indonesia sedang bahu-membahu mempersiapkan untuk membuat ini terjadi. Keberhasilan pertemuan G20 dan SPINE20 2022, prioritas utama,” tuturnya, Rabu (27/7).

Baca Juga Sri Sultan Ikut Beri Masukan Jogja Planning Gallery

Diketahui, gangguan tulang belakang dengan beberapa patologi dan trauma menjadi penyebab nomor satu disabilitas yang memberikan beban besar pada ekonomi. Penyakit pada punggung dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, kehilangan fungsi, dan kemudian kehilangan pekerjaan.

Advokasi, pendidikan, dan kebijakan Pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberikan perawatan tulang belakang berbasis nilai di mana praktik standar berdasarkan bukti terbaik yang tersedia sambil mengendalikan biaya perawatan kesehatan.

Meskipun tidak ada angka global yang akurat yang mengungkap biaya sebenarnya dari perawatan, rehabilitasi, kehilangan produktivitas kerja dan beban keluarga yang disebabkan oleh gangguan tulang belakang, sebagian besar ahli setuju bahwa biayanya sangatlah besar. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.