Berita Nasional Terpercaya

Kraton Jogja Kembali Tiadakan Tradisi Tapa Bisu Lampah Mubeng Beteng Malam 1 Sura

Bupati Sleman – 17 Agustus 2022
0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Tradisi Tapa Bisu Lampah Mubeng Beteng yang biasanya dilaksanakan untuk menyambut Tahun Baru Islam 1444 H atau 1 Sura dalam penanggalan jawa pada tahun 2022 ini kembali ditiadakan.

Tahun ini 1 Muharam 1444 atau 1 Sura jatuh pada Sabtu (30/7/2022).

Pengumuman tidak dilaksanakannya tradisi Tapa Bisu Lampah Mubeng Beteng ini sudah dipasang di sejumlah lokasi, seperti pagar Alun-alun Utara Yogyakarta dan Plengkung Gading.

Dalam spanduk yang dipasang di pagar Alun-alun Utara, tertulis pengumuman yang isinya kegiatan Tapa Bisu Lampah Mubeng Beteng tahun 2022 ditiadakan.

“Pengumuman. Untuk menyambut tahun jawa : Ehe 1956, Setu Pahing 30 Juli 2022. Panitia tidak mengadakan Lampah Budaya Mubeng Beteng,” tulis panitia di spanduk pengumuman yang dipasang di pagar Alun-alun Utara.

Baca juga: Ada Pasar Mataram Di Perayaan WBTB DIY Di Bantul

Pengumuman tidak digelarnya tradisi Tapa Bisu Lampah Mubeng Beteng ini juga diumumkan melalui media sosial Instagram.

Akun Instagram Kraton Yogyakarta @kratonjogja mengunggah pengumuman tidak digelarnya tradisi Tapa Bisu Lampah Mubeng Beteng pada Rabu (27/7/2022) kemarin.

“Sahabat, kami informasikan bahwa dalam rangka memperingati Tahun Baru Jawa 1 Sura Ehe 1956 atau 1 Muharam 144 H, Abdi Dalem Keraton Yogyakarta akan melaksanakan doa bersama dan macapatan di selasar Kagungan Dalem Bangsal Pancaniti, Komplek Pelataran Kamandungan Lor (Keben), Keraton Yogyakarta, Jumat (29/07) malam.”

“Agenda ini diikuti oleh undangan secara terbatas sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Adapun untuk Hajar Kawula Dalem Lampah Budaya Tapa Bisu Mbeng Beteng belum dapat dilaksanakan pada kesempatan ini.”

“Diinformasikan bahwa tanggal 1-3 Agustus 2022, Pagelaran serta Kedhaton Tutup untuk wisata karena adanya upacara Siraman Pusaka dan agenda ini tertutup untuk publik.”

“Semoga kesehatan dan keberkahan senantiasa mengiringi kita semua di tahun yang akan datang. Salam sahayu!,” tulis akun @kratonjogja.

Tradisi Mubeng Beteng

Sebelum pandemi, prosesi keliling benteng Kraton Yogyakarta biasanya dimulai dari Kagungan Dalem Pelataran Keben mulai pukul 20.00 WIB. Para abdi dalem yang akan mengikuti tapa bisu harus mengenakan pakaian peranakan dengan kain wiron engkol dan tidak mengenakan sandal serta tidak mengenakan keris.

“Masyarakat umum diperkenankan ikut dengan memakai pakaian yang sopan dan rapi,” ujar perwakilan abdi dalem, KRT H. Gondohadiningrat, dikutip dari pemberitaan Bernas.id, Selasa 19 September 2017.

Baca juga: Ini Rute Prosesi Lampah Budaya Mubeng Beteng Abdi Dalem Peringati 1 Sura

Selama melakukan prosesi Lampah Budaya Mubeng Beteng, peserta tidak boleh berbicara selama perjalanan. Proses ini mengandung arti sebagai bentuk refleksi diri dan dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Rute yang dilewati adalah dari pelataran Keben menuju Jl Rotowijayan, Jl Kauman, Agus Salim, Jl Wahid Hasyim, Suryowijayan, Pojok Beteng Kulon, MT Haryono, lewat depan Plengkung Gading ke timur hingga Pojok Beteng Wetan. Selanjutnya ke arah utara Jl Brigjen Katamso, Ibu Ruswo dan Alun-alun Utara. Total panjangnya sekitar 5 kilometer. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.