Berita Nasional Terpercaya

Panewu dan Lurah di Sleman Mendapatkan Sosialisasi Aplikasi BBM Bersubsidi

Bupati Sleman – 17 Agustus 2022
0

SLEMAN, BERNAS.ID – Sejumlah perangkat daerah seperti panewu, lurah, dan warga Sleman mendapatkan sosialisasi cara melakukan registrasi di Aplikasi My Pertamina di Bappeda Sleman, Kamis (4/8). Aplikasi pembelian BBM bersubsidi ini bertujuan untuk ketepatan sasaran BBM subsidi seperti pertalite dan bio solar bagi masyarakat. Saat ini baru sekitar 3,7 persen warga Sleman yang sudah mendaftar aplikasi itu.

Turut hadir Sales Branch Manajer PT Pertamina Cabang Yogyakarta, William Handoko Gotama dan tim untuk menyampaikan sosialisasi cara registrasi aplikasi MyPertamina secara langsung dan akan menjawab pertanyaan mengenai aplikasi tersebut.

Baca Juga Buya Syafii Ingin Hidupkan Kembali Muhammadiyah Di Kampung Halamannya, Sumatra Barat

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Sleman, Budiharjo mengatakan, sosialisasi ini untuk menjawab berbagai pertanyaan dari kalangan institusi, lembaga, dan masyarakat yang belum memahami aplikasi pembelian BBM bersubsidi. “Kegiatan ini menyosialisasikan secara langsung kebijakan implementasi ketepatan subsidi bahan bakar pertalite dan bio solar melalui aplikasi agar tepat sasaran,” tuturnya.

“Perangkat daerah kabupaten Sleman, lurah dan panewu serta perwakilan warga akan mendengar secara langsung dari Pertamina sendiri,” imbuhnya.

Untuk penerapannya di Sleman, Budiharjo mengatakan masih menunggu kesiapan warga dengan sudah mendaftar di aplikasi tersebut dan kesiapan sejumlah SPBU.

“Kami berharap pada panewu dan lurah untuk bisa mensosialisasikan di setiap pertemuan di wilayah masing-masing terkait kebijakan ketepatan BBM bersubsidi per 1 Juli yang lalu,” ujarnya.

Baca Juga Mendagri Ajak Seluruh Daerah Kelola Sampah Dengan Baik

Danang Maharsa, Wakil Bupati Sleman mengatakan aplikasi pembelian BBM bersubsidi ini menjadi bagian dari usaha gotong-royong untuk berpartisipasi dalam pengamanan APBN. “Pak Jokowi bilang sudah banyak negara yang kolaps dan bangkrut karena kondisi keuangan tidak stabil. Indonesia kita saat ini menjadi negara yang diperhatikan negara lain karena keberanian pemimpin mampu mengelola negara karena Pak Jokowi mempunyai visi yang pasti,” tuturnya.

“Banyak negara lain ingin mencontoh Indonesia mengatasi pandemi Covid-19 dengan pemulihan ekonomi yang cepat,” imbuhnya.

Lanjut tambahnya, melalui aplikasi pembelian BBM bersubsidi mengajak masyarakat agar tahu bahwa keuangan negara memang sudah tidak kuat lagi. “Jangan sampai di belakang demo dan menuntut karena akan merugikan kita sendiri. Semoga sosialisasi ini bisa menjadi semangat dan perjuangan kita melayani masyarakat agar meningkatkan ekonomi,” katanya.

“Semoga nanti bisa lancar mengoperasikan aplikasi. Dengan kebersamaan dan gotong-royong kita bisa membangun masyarakat dan menyelesaikan berbagai permasalahan,” imbuhnya.

Sales Branch Manajer, Pertamina Yogyakarta, William Handoko Gotama mengatakan bagi pemilik kendaraan yang sudah terdaftar, akan melewati proses verifikasi data sekitar 7 hari. Setelah itu, pemilik kendaraan akan menerima barcode atau kode QR yang bisa digunakan untuk transaksi pertalite atau solar di SPBU.

William menegaskan pembelian solar ataupun pertalite tidak akan menggunakan telepon genggam secara langsung. Ia menyebut saat ini terdata 1620 kendaraan di Kabupaten Sleman terdaftar di aplikasi atau sekitar 3,7 persen dari data seluruh warga Sleman.

“Saya berharap melalui sosialisasi ini dapat meningkatkan jumlah kendaraan yang telah didaftarkan pemilik, dan penyaluran bensin pertalite dan solar bersubsidi dapat disalurkan secara tepat,” tukasnya. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.