Berita Nasional Terpercaya

Anggota Keluarga Harus Melek Digital untuk Hindari Konflik

Bupati Sleman – 17 Agustus 2022
0

JAKARTA, BERNAS.ID – Era digital banyak membawa perubahan sosial, baik itu perilaku dan pola berinteraksi seseorang ke masyarakat, terutama keluarga. Setiap anggota keluarga saat ini memiliki gadget canggih.

Untuk itu, saat ini, keluarga menjadi sasaran pelatihan literasi digital karena perkembangan ruang digital begitu membawa perubahan sosial yang signifikan seperti pola interaksi.

Baca Juga Sri Sultan Ikut Beri Masukan Jogja Planning Gallery

Sukamta, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS mengatakan perkembangan digital beserta alat-alatnya membawa perubahan fundamental dalam kehidupan, termasuk keluarga. Menurutnya, ruang-ruang digital tersebut juga membawa pengaruh dalam kehidupan sehari-hari, khususnya keluarga.

“Perubahan digital menimbulkan persoalan di keluarga sehingga perlu penyikapan yang serius. Suami, istri, dan anak banyak yang dekat HPnya, ribut karena masalah HP,” tuturnya dalam acara “Ngobrol Bareng Legislator, Keluarga di Era Digital”, Kamis (4/8).

Lanjut tambahnya, Gadget seperti HP seperti sudah menggantikan peran jin. Sedangkan, digital itu barangnya tidak kelihatan tapi sangat berpengaruh dalam sistem tatanan sosial. “Ruang digital berinteraksi dengan banyak pihak di luar tidak secara langsung sehingga menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, banyak anak muda yang mengalami persoalan serius karena memiliki kemampuan interaksi yang rendah,” ujarnya.

Agar tidak menimbulkan persoalan di keluarga, Sukamta menekankan perlunya penyikapan yang serius karena kepercayaan menjadi pembangun keluarga. “Bahkan saat ini, ada software aplikasi untuk melacak HP keberadaan pasangan. Jangan sampai perubahan teknologi mendorong perubahan sosial. Jika kita tidak bisa adaptasi, kita akan menghadapi persoalan di keluarga, masyarakat, bahkan sekolah,” bebernya.

Baca Juga Penembakan Dan Ledakan Bom Mewarnai Pilpres Filipina

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan pentingnya literasi digital untuk keluarga. Menurutnya, tujuannya untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang cakap digital.

“Pemakai internet saat ini telah mencapai 204 juta orang dengan kenaikan 2,1 juta orang tahun ini. Perkembangan internet begitu masif dengan membawa berbagai resiko, penipuan online, bullying, dan sebagainya,” tuturnya.

Untuk itu, Semuel mengatakan perlunya penyikapan dengan literasi digital agar internet produktif bijak dan berguna. Ia mengatakan saat ini kecakapan penggunaan internet di Indonesia menempati posisi 3,49 dari skala 5 sehingga masuk kategorinya sedang dan belum baik.

“Tugas kita bersama untuk membekali kemampuan digital masyarakat agar terjadi percepatan transformasi digital. Pelatihan literasi digital kita telah menjangkau 12 juta masyarakat,” imbuhnya.

Ia pun mengapresiasi kegiatan ngobrol bareng legislator karena membantu akselerasi literasi digital. “Kami tidak bisa bekerja sendiri diperlukan kolaborasi masyarakat sehingga mendorong terciptanya talenta-talenta digital untuk memajukan Indonesia,” tutupnya. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.