Berita Nasional Terpercaya

BPOM DIY Amankan Ribuan Kosmetik Ilegal

Bupati Sleman – 17 Agustus 2022
0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY mengamankan ribuan kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya dalam operasi penertiban sepanjang bulan Juli 2022.

Lebih dari 4.000 kosmetik ilegal beragam jenis dan merek berhasil diamankan dalam operasi tersebut.

Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY Trikoranti Mustikawati, menyampaikan, dari 4.587 kosmetik ilegal yang diamankan itu terbanyak merupakan produk lokal tanpa izin edar (TIE) berupa parfum, tata rias dan perawatan.

Baca juga: BBPOM DIY Temukan 485 Akun Yang Jual Produk Pangan Tidak Aman

“Temuan lainnya adalah kosmetik mengandung bahan berbahaya berupa krim untuk perawatan, yang seharusnya sudah ditarik dari peredaran namun masih dijumpai di sarana distribusi,” ujarnya, Jumat (5/8/2022).

Baca juga: Di Sejumlah Pasar, BPOM Masih Temukan Pewarna Tekstil

Ia memaparkan, rinciannya adalah 4.515 kosmetik ilegal tanpa izin edar, 69 pieces kosmetik mengandung bahan berbahaya dan 3 pieces kedaluwarsa. Terhadap hasil temuan senilai lebih dari Rp 89 juta tersebut telah dilakukan penindakan pembinaan dan pemusnahan.

“Selain itu kami juga memberikan surat peringatan, sekaligus sebagai bentuk rekomendasi kepada lintas sektor dalam monitoring selanjutnya,” jelas dia.

Ia meneruskan, operasi penertiban kosmetik ilegal di Yogyakarta telah menyasar sebanyak 52 sarana peredaran maupun distribusi.

Ia mengatakan, operasi penertiban tersebut merupakan upaya menurunkan tingkat peredaran kosmetik ilegal dan melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat penggunaan kosmetik ilegal dan atau mengandung bahan berbahaya. Operasi penertiban itu juga merupakan aksi serentak bersama balai lain di seluruh Indonesia.

Di DIY, penertiban melibatkan Dinas Kesehatan, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian kabupaten/kota se-DIY.

“Aksi penertiban pasar ini melengkapi pengawasan rutin sepanjang tahun oleh BBPOM di Yogyakarta, di samping kegiatan operasi pengawasan dengan target khusus lainnya,” kata Trikoranti. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.