Berita Nasional Terpercaya

Sleman Akan Ganti Rugi Hewan Ternak Mati karena PMK

1

SLEMAN, BERNAS.ID – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meminta Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman untuk mendata ternak di Sleman yang mati dan potong bersyarat akibat penyakit mulut dan kuku (PMK). Pendataan sebagai upaya dari Pemerintah untuk memberikan bantuan pada peternak yang hewan ternaknya mati ataupun dipotong bersyarat karena PMK.

“Aturannya sudah ada, saya koordinasikan dengan DP3 Sleman. Saya minta lakukan pendataan, jangan sampai ada peternak yang hewannya mati atau dipotong bersyarat tidak terdata,” tutur Kustini saat dikonfirmasi, Selasa (9/8).

Baca Juga Mendagri Ajak Seluruh Daerah Kelola Sampah Dengan Baik

Lanjut tambahnya, peternak yang mendapatkan bantuan adalah peternak yang mempunyai hewannya mati tertular PMK, serta hewan yang tertular PMK dan harus dikenakan tindakan pemotongan bersyarat. Untuk jumlah bantuan yang diberikan akan berbeda-beda. Untuk sapi atau kerbau Rp10 juta per ekor, kambing atau domba Rp1,5 juta per ekor, dan babi Rp2 juta per ekor.

“Sesuai aturan yang ada, pembayaran bantuan akan dibatasi paling banyak lima hewan setiap peternak. Semoga ini dapat meringankan peternak-peternak kita yang kesusahan karena virus ini (PMK),” terang Kustini.

Kustini juga menyampaikan sampai saat ini, Pemkab Sleman terus berupaya menekan angka penyebaran PMK dengan vaksinasi ternak yang sudah dimulai sejak 25 Juni 2022.

“Alhamdulilah 3.100 dosis vaksin pertama sudah dilakukan. Dan saat ini sedang dilakukan vaksinasi dosis kedua dengan jumlah yang sama dengan yang pertama. Ditambah dosis pertama sejumlah 800 dosis, Harapannya memang ini ampuh menanggulangi PMK,” imbuh Kustini.

Baca Juga Sri Sultan Ikut Beri Masukan Jogja Planning Gallery

Kepala DP3 Sleman, Suparmono mengatakan sesuai arahan bupati instansinya akan melakukan pendataan hewan ternak yang mati atau dipotong bersyarat akibat tertular PMK. Saat ini, pihaknya telah membentuk tim pendataan di tingkat kabupaten dengan melibatkan pihak kecamatan dan kalurahan untuk memperbaiki data sebelumnya.

Data saat ini tercatat hewan ternak yang mati akibat PMK per 9 Agustus 2022 mencapai 239 ekor. Sedangkan, untuk hewan ternak yang dipotong bersyarat mencapai 159 ekor. “Akan segera kita tindaklanjuti. Dan sesegera mungkin akan diadakan pendataan,” pungkas Suparmono. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.