Berita Nasional Terpercaya

Rusia Sebut NATO Pemicu Perang Nuklir

0

RUSIA, BERNAS.ID – Rusia menuduh Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menjadi pemicu risiko perang nuklir di dunia. Amerika Serikat dianggap mengerahkan senjata nuklirnya di negara-negara NATO non-nuklir.

Menurut laporan Russia Today, Kremlin mengklaim Angkatan Udara AS saat ini memiliki 150 bom nuklir di Italia, Jerman, Turki, Belgia, dan Belanda.

Kremlin menilai pengerahan senjata nuklir Amerika Serikat di negara-negara anggota NATO non-nuklir bertentangan dengan perjanjian non-proliferasi nuklir (NPT). Hal itu menyebabkan risiko konflik dan menghambat upaya soal pelucutan senjata nuklir.

Igor Vishnevetsky, delegasi Rusia di Konferensi Proliferasi Nuklir PBB di New York mengatakan NATO Secara terbuka mendeklarasikan sebagai aliansi nuklir. “Di sana kini ada senjata nuklir AS di teritori sekutu mereka yang tidak memiliki kekuatan nuklir,”katanya.

“Tak hanya melanggengkan dampak buruk bagi keamanan Eropa dan internasional, tapi juga meningkatkan konflik nuklir dan memutus upaya pelucutan nuklir di lapangan,” imbuh Vishnevetsky.

Vishnevetsky menganggap NATO dan AS telah melanggar NPT Pasal 2 tentang negara anggota NATO non-nuklir yang ambil bagian dalam pengujian penggunaan senjata atom.

Rusia pun mendesak AS menarik dan menyingkirkan senjata nuklir dan fasilitasnya di teritori negara-negara di Eropa. Misi nuklir bersama NATO juga harus segera dihentikan.

Permintaan penarikan nuklir dari negara-negara anggota NATO non-nuklir merupakan satu dari sejumlah poin proposal yang pernah disampaikan Kremlin ke AS dan NATO pada Desember 2021. Kremlin menyebut AS dan sekutunya sama sekali tak membahas permintaan Rusia itu dalam surat tanggapan pada Januari lalu. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.