Berita Nasional Terpercaya

Pameran ‘Keris Dalam Gambar’, Ungkap Pentingnya Faktor Estetika Terkait Dunia Tosan Aji

0

SLEMAN, BERNAS.ID  Pameran lukisan “Keris Dalam Gambar” mulai digelar Jumat (12/8) di Omah Dhuwung, Wukirsari, Cangkringan, Sleman. Acara yang mengungkap pentingnya faktor estetika terkait dunia tosan aji ini digelar hingga 12 September 2022.

Komunitas Lar Gangsir yang menginisiasi acara menampilkan belasan gambar/lukisan tentang keris dari para seniman perupa. Mereka yang terlibat di antaranya Anusapati, Arok, Alex Luthfi, Sarjiman, Sigit Yunarka, Ugo Untoro, Nano Warsono, Pramono Pinunggul, dan Timbul Waluyo.

Sederet gambar dengan objek terkait keris dalam pameran tampak memberikan pesan dan kesan mendalam dari para perupa tentang dunia keris yang adhiluhung.

Baca Juga: Festival Keris Digelar Di Jogja, Tampilkan Puluhan Koleksi Masterpiece Nusantara

Keris ditampilkan sebagai karya seni gambar oleh para seniman perupa karena berbagai alasan.

Komunitas Lar Gangsir memandang keris sebagai benda warisan budaya yang telah mengalami fase perkembangan selama berabad-abad.

Sehingga, tosan aji keris telah menjadi bagian yang lekat dengan kehidupan masyarakat di Nusantara, khususnya Jawa.

“Dan, sebagaimana budaya dan falsafah hidup yang dihayati oleh masyarakat pendukungnya, keris kemudian memiliki dimensi yang berlapis-lapis,” ujar Hedi Haryanto selalu ketua panitia pameran.

Baca Juga: Jogja International Heritage Festival Siap Angkat Keris Ke Kaum Millenial

Ia menjelaskan, di antaranya adalah dimensi spiritual dan simbolik, yang disublimasikan ke dalam sebuah wujud visual yang indah dan penuh makna berupa keris.

Dengan demikian, aspek visual beserta kaidah-kaidah estetik pada keris menjadi faktor penting dalam pewacanaan tosan aji.

“Bentuk dhapur, ricikan, pamor dan sebagainya selain dinikmati keindahannya juga mengandung makna yang bisa dipersepsi dan diinterpretasikan oleh siapapun,” jelasnya.

Pameran ‘Keris Dalam Gambar’ ini adalah pendamping dari pameran keris kalawijan yang kini juga digelar di Galeri Omah Dhuwung.  Kalawijan mengandung makna bahwa keris yang dipamerkan di luar pakem, memiliki “dhapur” yang tidak baku, semisal keris luk 15 hingga 29. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.