Berita Nasional Terpercaya

Dirjen Perkebunan Semangati Mahasiswa Baru di Instiper Yogyakarta

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Instiper Yogyakarta menerima 865 mahasiswa baru di program sarjana untuk tahun akademik 2022/2023. Rinciannya, Fakultas Pertanian menerima mahasiswa baru sebanyak 520 orang, Fakultas Teknologi Pertanian menerima 214 orang, dan Fakultas Kehutanan menerima 131 orang.

Wakil Rektor Instiper Yogyakarta, Dr Maria Ulfah yang mewakili Rektor Instiper Yogyakarta mengatakan kepada ratusan mahasiswa baru bahwa kurikulum Instiper disusun dengan matang karena melibatkan perusahaan sebagai mitra kerja sehingga lulusannya akan langsung diserap sebagai tenaga kerja. Menurutnya, inilah keunggulan yang ditawarkan di Instiper Yogyakarta.

Baca Juga Buya Syafii Ingin Hidupkan Kembali Muhammadiyah Di Kampung Halamannya, Sumatra Barat

“Kalian berada di tempat yang tepat untuk mempersiapkan masa depan. Instiper Yogyakarta merupakan perguruan tinggi yang telah terpercaya untuk mencetak SDM unggul yang siap memasuki dunia kerja dan dunia industri,” tuturnya dalam kegiatan Pembukaan Kuliah Perdana INSTIPER Yogyakarta TA 2022/2023 di Grha Instiper, Kamis (18/8).

Lanjut tambahnya, posisi Instiper Yogyakarta telah mantap dengan core competency di bidang perkebunan dan perhutanan yang telah dibangun selama ini sehingga dipercaya berbagai mitra kerja, baik perusahaan maupun instansi pemerintah.

“Kegiatan magang di perusahaan yang merupakan salah satu implementasi dari MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) juga menjadi keunggulan pendidikan di Instiper Yogyakarta,” ujarnya.

Ia mengatakan awal Agustus 2022 lalu, Instiper telah memberangkatkan 569 mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan magang di 81 lokasi perusahaan di Indonesia.

“Kegiatan magang ini sudah ada sejak tahun 2005 dengan membentuk minat studi SPKS untuk menjawab kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit sekaligus menjadikan dunia industri sebagai mitra kerja,” tuturnya.

Baca Juga Penembakan Dan Ledakan Bom Mewarnai Pilpres Filipina

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah, STP, MT, ikut memberikan kuliah dengan tema “Pembangunan Perkebunan untuk Kesejahteraan Bangsa”. Ia mengatakan sektor perkebunan merupakan sektor yang penting bagi negara Indonesia.

“Perkebunan kelapa sawit merupakan penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia. Industri ini juga telah menyerap banyak tenaga kerja yang terlibat di dalamnya dan telah menggerakkan ekonomi di daerah-daerah terpencil di Indonesia,” katanya.

“Sudah sepantasnya sektor perkebunan mendapatkan perhatian yang layak baik dari segi pengelolaan maupun SDM yang berada di dalamnya. Senang sekali pada hari ini, saya bisa bertemu dengan calon planters masa depan. Saya berpesan kepada mahasiswa baru belajar dengan sungguh-sungguh selama kuliah dan lanjutkan estafet untuk membangun perkebunan di Indonesia,” imbuhnya.

Bumantara Gani selaku HRBP Manager PT RAPP turut hadir dalam pembukaan kuliah Instiper Yogyakarta. Ia mengatakan PT RAPP telah lebih dari 12 tahun menjadi mitra kerja INSTIPER Yogyakarta.

“Sejak tahun 2011, PT RAPP telah mengirim mahasiswa beasiswa untuk dididik di minat studi Sarjana Hutan Tanaman Industri (SHTI) Fakultas Kehutanan Instiper. Hal ini merupakan upaya PT RAPP untuk menyiapkan dan mengembangkan SDM. Tahun ini, PT RAPP kembali mengirimkan mahasiswa baru sebanyak 46 orang mahasiswa,” tuturnya.

Dari 865 mahasiswa baru, ada sebanyak 143 orang mahasiswa atau 16,6 persen merupakan mahasiswa penerima beasiswa yang tersebar di 3 fakultas di Instiper Yogyakarta. Instansi pemberi beasiswa adalah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), PT Riau Andalan Pulp and Paper, Kartu Indonesia Pintar, PT Toba Pulp Lestari, dan PT Aditya Agroindo. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.