Berita Nasional Terpercaya

Indonesia dan Malaysia Jajaki Kerja Sama Layanan 5G Hingga Dunia Film

0

JAKARTA, BERNAS.ID Penjajakan kerja sama bidang informasi dan telekomunikasi serta industri kreatif menjadi pembahasan dalam pertemuan Indonesia dan Malaysia di Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Tan Sri Annuar Musa, dalam keterangan tertulis, Minggu (21/8/2022).

Annuar bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno secara terpisah pada Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Perkuat Kepercayaan Publik Di Era 5G, Industri Didorong Uji Verifikasi Keamanan Perangkat

Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat hubungan dan kerja sama bilateral dua negara di bidang informasi dan telekomunikasi serta industri kreatif.

Dia menuturkan bahwa masalah keamanan siber, ekonomi digital, status peningkatan layanan 4G dan 5G, layanan penyiaran melalui satelit, serta kerja sama di bidang industri kreatif khususnya film, menjadi pembahasan dalam pertemuan.

Dia juga melakukan kunjungan ke Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) untuk menjajaki potensi kerja sama di bidang telekomunikasi, satelit, dan 5G.

Penjajakan potensi tersebut melalui berbagi inisiatif di Malaysia terkait implementasi 5G dan layanan siaran satelit di bawah pengelolaan Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (SKMM).

Baca juga: Perkuat Kepercayaan Publik Di Era 5G, Industri Didorong Uji Verifikasi Keamanan Perangkat

Annuar mengatakan, dia menyaksikan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara perusahaan 4WARD Picture Sdn Bhd dari Malaysia dengan PT Melon Indonesia yang merupakan salah satu anak perusahaan Telkomsel Indonesia untuk kerja sama memproduksi film.

Perusahaan Pengembangan Film Malaysia (FINAS) dan SKMM ikut serta dalam kunjungan tersebut.

Keikutsertaan FINAS, kata Annuar, sejalan dengan upaya menyusun strategi untuk mendorong seniman kedua negara memanfaatkan ketersediaan teknologi baru di bidang perfilman.

Itu bertujuan agar lebih kreatif dan kompetitif melalui pengurangan biaya, transfer keahlian, dan pasar potensial di kedua negara.

“Saya percaya melalui platform ini kita dapat membuka dan lebih meningkatkan peluang kerja sama dalam industri film antara kedua negara yang sebenarnya telah berjalan sejak lama, baik melalui produksi film maupun keterlibatan seniman film dari kedua negara, sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya film,” ujar dia.

Menurut Annuar, pertemuan itu mampu menjadi wadah bagi kerja sama yang erat antara penggiat industri kreatif Indonesia dan Malaysia, sehingga memungkinkan untuk diperluas dengan industri film dari negara lain. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.