Berita Nasional Terpercaya

Rusia Tuduh Ukraina Racuni Pasukannya di Zaporizhzhia

5

RUSIA, BERNAS.ID – Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan sejumlah prajuritnya harus dilarikan ke rumah sakit militer karena tanda-tanda keracunan serius tanggal 31 Juli lalu. Kejadian itu terjadi di Zaporizhzhia, wilayah Ukraina yang diduduki pasukannya Juli lalu.

Rusia pun menuduh Ukraina telah meracuni sejumlah personelnya. Sebab, berdasarkan investigasi Kemhan Rusia melalui tes, di dalam tubuh para personel menunjukkan adanya zat beracun, toksin botulinum tipe B.

Baca Juga Militer Rusia Latihan Tembak Rudal Nuklir

“Mengenai fakta terorisme kimia yang disepakati rezim Zelensky, Rusia tengah mempersiapkan bukti pendukung dengan hasil semua analisis,” tulis pernyataan Kemenhan Rusia berdasarkan laporan Reuters pekan lalu.

Namun, Rusia tak menyebutkan dengan rinci berapa jumlah prajurit yang keracunan. Kremlin juga tak mengatakan bukti pendukung apa saja yang menguatkan klaimnya itu.

Baca Juga Penembakan Dan Ledakan Bom Mewarnai Pilpres Filipina

Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Ukraina buka suara soal tudingan Rusia. “Apakah keracunan itu karena daging kaleng yang sudah kedaluwarsa, yang mana botulinum kerap ditemukan,” kata penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Anton Gerashchenko.

Ia juga mengatakan ransum yang telat menjadi keluhan besar-besaran pasukan pendudukan sejak hari-hari pertama invasi Rusia ke Ukraina. Rusia juga tengah menyelidiki insiden lain yang menyebabkan Volodymyr Saldo jatuh sakit pada Agustus lalu. Saldo merupakan walikota Kherson Ukraina bentukan Rusia. (jat)

5 Comments
  1. […] Baca Juga Rusia Tuduh Ukraina Racuni Pasukannya Di Zaporizhzhia […]

  2. […] Baca Juga Rusia Tuduh Ukraina Racuni Pasukannya Di Zaporizhzhia […]

  3. […] Baca Juga Rusia Tuduh Ukraina Racuni Pasukannya Di Zaporizhzhia […]

  4. […] Baca Juga Rusia Tuduh Ukraina Racuni Pasukannya Di Zaporizhzhia […]

  5. […] Baca Juga Rusia Tuduh Ukraina Racuni Pasukannya Di Zaporizhzhia […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.