Berita Nasional Terpercaya

World Sight Day 2022, Pandemi Covid-19 Memicu Kenaikan Myopia pada Anak

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Peringatan World Sight Day 2022 akan diisi dengan berbagai kegiatan terkait kesehatan mata sebagai wujud kepedulian dan edukasi masyarakat. Misal, pada tanggal 9 Oktober 2022, akan digelar pemeriksaan dan pemberian kacamata gratis untuk anak-anak di sekitar Kampus UGM.

Sebelumnya, juga akan digelar seminar bertajuk “Kesadaran Mata pada Keluarga” yang akan disampaikan oleh dr Reny Setyowati dan dr Supanji akan mengangkat tema “Waspada Retinopati Diabetika” pada tanggal 7 Oktober 2022.

Baca Juga Sleman Siap Menjadi Sentra Tanaman Kopi

Kegiatan World Sight Day 2022 merupakan kerjasama dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata dan Departemen Kedokteran Keluarga Layanan Primer FKKMK UGM, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia, Lions Club Manggala, serta Sardjito Eye Center.

Prof dr Suhardjo, Departemen Ilmu Kesehatan Mata, FKKMK UGM mengatakan mata merupakan bagian dari penglihatan otak. Di masa pandemi Covid-19, memicu terjadinya kelainan mata seperti Myopia (rabun jauh). “Masa pandemi Covid-19, banyak orang hanya di rumah melihat video dari gadget dan televisi sehingga akan berpengaruh pada penglihatan. Tidak ada kegiatan di luar, akan memacu terjadinya kelainan Myopia,” tuturnya, Rabu (5/10).

“Kegiatan anak di luar gedung penting sekali untuk menghindari Myopia setelah Pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Ia mengatakan, penyaluran pendidikan tidak hanya kepada mahasiswa, tapi kepada masyarakat. Salah satunya, kegiatan pemeriksaan mata pada 100 anak SD di sekitar Kampus UGM. “Deteksi dini anak SD di sekitar kampus. Yang kita temukan, kelainan mata seperti minus. Yang minusnya banyak perlu kacamata, kita beri kacamata gratis,” tuturnya.

“Kita mengembalikan fungsi kita sebagai tenaga kesehatan sehingga harapannya, anak-anak punya kesehatan yang maksimal dan terjaga kualitas hidupnya,” imbuhnya.

Baca Juga Gubernur DIY Ajak Tertib Pendataan Karya Budaya

Prof Harjo pun bercita-cita ke depan, pemeriksaan mata akan menyasar anak usia pra sekolah untuk deteksi lebih dini. “Ke depan kita punya cita-cita yang diperiksa pre school kid,” imbuhnya.

Untuk kegiatan yang lain, Prof Harjo menyebut pemeriksaan penderita diabetes untuk penanganan dini Retinopati Diabetika. “Orang menderita diabetes, jangan sampai terlambat karena permasalahan di saraf mata. Deteksi dini, mengelola gula darah, dan rajin kontrol,” ujarnya.

Diketahui, dari studi literatur yang dipublikasikan tahun 2022 melaporkan terjadi peningkatan signifikan angka kejadian Myopia sejak Pandemi Covid-19, yaitu 2-2,6 kali lipat dibandingkan sebelum pandemi. Penyebabnya, penggunaan gawai terutama pada anak sekolah karena adanya pembatasan anak bermain di luar. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.