Berita Nasional Terpercaya

TNI AD Kuatkan Ketahanan Negara Melalui Pangan dan Air Bersih

1

SLEMAN, BERNAS.ID – Ancaman terhadap negara sekarang ini tidak hanya dalam bentuk perang. Namun, ancaman juga berasal dari ketersediaan pangan, energi, dan sumber daya air bersih.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengatakan, TNI Angkatan Darat (TNI AD) saat ini ikut berperan dan berpartisipasi membantu program Pemerintah dalam meningkatkan ketahanan. Wujudnya berupa kedaulatan pangan dan pengadaan fasilitas air bersih untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Pesan Presiden saat saya dilantik, bantu Pemerintah sejahterakan masyarakat pasca pandemi Covid-19 dan sejahterakan prajurit TNI. Pesan beliau hanya ada dua,” kata Dudung Abdurahman saat menyampaikan kuliah umum di Balai Senat, Gedung Pusat UGM, Senin, (24/10).

Baca Juga Pemda DIY Dukung Satu Data Nasional, Minimalisir Duplikasi Ganda

Untuk mengoptimalkan program ketahanan pangan, dalam kuliah umumnya, Dudung menyebut TNI bekerjasama dengan Dinas Pertanian di berbagai wilayah di Indonesia untuk menggarap lahan kosong milik TNI guna ditanami tanaman pangan seperti tanaman padi dan jagung.

“Ada sekitar 9000 hektar lebih, bekerja sama dengan Dinas pertanian, hasilnya diberikan pada masyarakat yang terdampak,” katanya.

Tidak sekedar terjun bertani, Dudung mengatakan pihaknya selalu mengimbau agar prajurit TNI mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan produktivitas pertanian rakyat.

“TNI harus hadir di tengah kesulitan rakyat, harus memberikan solusi dan TNI harus hidup berdampingan, apapun kegiatannya,” jelasnya.

Selain dalam bidang pertanian, TNI juga ikut mendukung pengadaan fasilitas sumber daya air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. “Sekarang ini capaiannya sudah mencapai 744 titik yang tersebar di seluruh namun mayoritas paling besar ada di Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Untuk daerah yang berisiko kena rawan pangan dan stunting, Dudung mengaku telah memerintahkan jajaran Babinsa dan Koramil untuk siap menjadi orangtua asuh bagi anak-anak yang anggota keluarganya terkena stunting karena kena dampak dari kehilangan pekerjaan akibat dampak pandemi.

“Di daerah yang rawan, TNI lewat Babinsa dan Koramil jadi  bapak asuh bagi anak stunting. Kita mengecek sejauh mana program pemerintah. Minggu lalu Babinsa masuk rumah warga, mengecek ada tidaknya warga yang tidak makan. Bisa video call ke pimpinan TNI atau pangdam. Jangan sampai ada keluarga yang menderita,” ujarnya.

TNI sebagai sebuah organisasi, menurut Dudung, tetap menghadapi berbagai tantangan perubahan dan ketidakpastian dari setiap perubahan zaman. Menurutnya, kepemimpinan yang berani untuk mengambil keputusan merupakan kriteria dari ciri pemimpin strategis dibutuhkan TNI saat ini.

Baginya, pemimpin yang baik itu harus mau untuk terus belajar, memiliki sikap inovatif dan kreatif serta memiliki kemampuan dalam pemahaman terhadap kondisi negara dan kebijakan strategis nasional.

Baca Juga Gubernur DIY Ajak Tertib Pendataan Karya Budaya

Ia menyebutkan ada enam ciri pemimpin yang baik diantaranya pemimpin itu selalu dikagumi, selalu dicintai, dan pemimpin yang selalu diidamkan karena mengakar pada kehidupan masyarakat kecil serta pemimpin yang selalu diharapkan.

“Keberhasilan dalam kepemimpinan dan menggerakkan  roda organisasi selalu mengambil keputusan tidak terlepas dari sikap anggota atau bawahan terhadap keputusan yang diambil tersebut. Pemimpin itu harus berani mengambil keputusan tapi juga berani mendengarkan orang lain,” katanya.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof Ova Emilia menyambut baik terlaksananya forum executive lecture series yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana UGM yang menghadirkan KSAD Jenderal TNI Angkatan Darat Dudung Abdurachman.

“Terima kasih telah berkenan meluangkan waktunya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam forum ini. Semoga forum ini mampu memperluas cakrawala dan pemikiran bersama dalam mengembangkan kapasitas kepemimpinan dan inovasi masa depan,” katanya.

Ova menambahkan, setiap organisasi akan mengalami situasi ketidakpastian akibat kecepatan perubahan lingkungan yang tidak terkendali. Bahkan kompleksitas krisis bisa berdampak pada stabilitas organisasi.  “Dengan kondisi kompleksitas dan ambiguitas, memerlukan pemikiran cerdas dari seorang pemimpin,” katanya.

Dikatakan Ova, kepemimpinan yang baik harus bisa beradaptasi dengan perubahan kondisi sekaligus mampu mengakomodasi proyeksi kebutuhan dan tantangan masa mendatang. (jat)

1 Comment
  1. […] Baca Juga : TNI AD Kuatkan Ketahanan Negara Melalui Pangan dan Air Bersih […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.