Berita Nasional Terpercaya

Serikat Pekerja dan Buruh di DIY Berharap Kenaikan UMK yang Signifikan Demi Kesejahteraan Mereka

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Korwil DIY sangat berharap kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang signifikan demi kesejahteraan buruh dan pekerja di DIY.

“Saya sangat sependapat bahwa Tahun 2023 Buruh DIY harus merasakan kenaikan UMK yang dapat membuat sejahtera. Hari ini sama-sama kita ketahui bahwa kita telah melewati pandemi Covid-19 selama 2 tahun terakhir ini. Dimana banyak yang terdampak dan sangat banyak perusahaan dan buruh yang hancur,” ujar Ketua KSBSI Korwil DIY, Dani Eko Wiyono, Minggu (30/10/2022).

“Oleh karenanya, saya selaku Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Korwil DIY menyatakan untuk memohon kenaikan 30% dari yang saat ini,” imbuh Dani.

Baca Juga : Kenaikan Upah Pekerja Harus Disertai Peningkatan Produktifitas SDM

Mengapa 30%, karena menurut Dani kenaikan BBM dapat berdampak banyak harga-harga meningkat. “Namun kami meminta dan memohon dengan kelogisan yang ada,” tandasnya.

“Kami sangat paham kondisi perusahaan saat ini dimana sedang bertumbuh dari keterpurukannya, oleh karenanya kami tidak sepakat dengan kenaikan yang disampaikan oleh MPBI dikarenakan tidak masuk akal dan berdampak kepada kesulitan perusahaan lalu berpotensi pengurangan buruh sehingga menyebabkan meningkatnya pengangguran di DIY,” tegas Dani.

Diakui Dani, pihaknya sangat senang dengan kenaikan yang dituntut oleh MPBI. Namun dia mencoba merasakan bagaimana rasanya menjadi pengusaha yang sedang bangkit dari keterpurukannya, sehingga membuat pihaknya untuk berfikir logis.

Dani juga merasa Pemerintah harus hadir dalam hal ini memberikan solusi agar semua bisa merasakan keberadaan pemerintah. Sehingga solusi harus segera dihadirkan demi kesejahteraan buruh dan keberlangsungan hidup perusahaan.

“Saya menyatakan bahwa sangat wajar jika kita meminta kenaikan, namun dengan kewajaran yang wajar.
Buruh dan pekerja saat ini sudah sangat cerdas dan mengerti kesulitan perusahaan sehingga pasti memahami yang kami maksud. Bukan kami menolak kenaikan tapi kami lebih memikirkan agar semuanya bisa berjalan dengan baik,” kata Dani.

Namun dia juga berharap, perusahaan juga terbuka pada buruh dan pekerjanya dengan kondisi yang dialami. Sehingga dapat saling percaya.

Baca Juga : Buruh Minta Kenaikan Upah 13% di Tahun 2023, Ini Kata Apindo Kota Yogyakarta

“Jika rugi katakan rugi dengan pembuktian dan jika untung maka katakan untung dengan pembuktian dan pemberian persentase keuntungan kepada buruh dan pekerja, agar mereka merasa memiliki dan selalu berdoa dan berusaha agar perusahaan bisa mendapatkan kebaikan kedepannya,” tukasnya.

Terpisah, Ketua KSPSI DIY, Ruswadi juga menyatakan bahwa pernyataan dari MPBI sangat tidak logis dan tak berdasar. Oleh karenanya, dia menghimbau bahwa kenaikan UMK harus logis serta selaku serikat harus bisa membawa kebaikan untuk semua bukan menuntut tanpa dasar yang jelas dan tak masuk akal.

“Kenaikan UMK harus logis, selaku serikat harus bisa membawa kebaikan untuk semua bukan menuntut tanpa dasar yang jelas dan tak masuk akal,” tegas Ruswadi. (cdr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.