Berita Nasional Terpercaya

Sejumlah Penyidik Polsek Kotagede Diadukan ke Propam Polda DIY

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Sejumlah penyidik Polsek Kotagede diadukan ke Propam Polda DIY karena diduga ada upaya untuk merusak alat bukti dalam dugaan salah tangkap pelaku klitih Gedongkuning, Kota Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Laporan itu tertuang dalam Surat Penerimaan Pengaduan Propam Nomor: SPSP2/120/XI/2022/Yanduan.

Kuasa hukum salah seorang terdakwa kasus klithih, Taufiqurrahman mengatakan perkara yang diadukan yakni dugaan perusakan kualitas video barang bukti CCTV. Ia menyebut ada 7 penyidik yang diadukan ke Propam Polda DIY, Jumat siang (4/11).

“Hari ini kami secara resmi melaporkan penyidik Polsek Kotagede yang dalam dugaan kami telah melakukan obstruction of justice. Yaitu upaya untuk menghalang-halangi proses penyidikan yang itu terungkap dari fakta persidangan. Yang mereka lakukan dengan cara melakukan perusakan terhadap alat bukti elektronik berupa rekaman CCTV,” terang Taufiqurrahman di Mapolda DIY.

Baca Juga Pemda DIY Dukung Satu Data Nasional, Minimalisir Duplikasi Ganda

Taufiqurrahman menjelaskan, perusakan barang bukti dengan mengubah format dari enam rekaman CCTV. Akibatnya, kualitas gambar dalam CCTV itu menurun, padahal rekaman CCTV itu menjadi kunci untuk mengungkap pelaku asli.

“Rekaman CCTV itu kan umumnya ekstensinya berupa HD atau Mov. Nah ini diubah menjadi 3gp. Akibatnya alat bukti ini rusak sehingga tidak dapat dilihat siapa sih di dalam situ,” ucapnya.

Ia menyebut perusakan CCTV itu merugikan kliennya sehingga menduga ada upaya dari kepolisian untuk melindungi pelaku yang asli. “Ya ini merugikan. Klien saya, yang notabenenya bukan pelaku dari kejahatan ini dikorbankan menjadi pelaku dan pelaku sebenarnya ini menjadi terlindungi. Kenapa kok harus diubah seperti itu,” ujarnya.

Baca Juga Dubes Norwegia Sebut Yogyakarta Akan Banyak Lahirkan Pemimpin

Terpisah, Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto saat diminta tanggapan terkait pelaporan itu mengatakan laporan akan ditindaklanjuti oleh Propam Polda DIY.

“Nanti biar dilakukan pendalaman oleh Propam laporan itu dan ditindaklanjuti,” ujar Yuliyanto. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.