Berita Nasional Terpercaya

Museum Gunungapi Merapi Ditutup Sementara untuk Direhabilitasi

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Pemerintah Kabupaten Sleman menutup sementara Museum Gunungapi Merapi (MGM) untuk rehabilitasi karena kerusakan atap yang cukup berat. Hal itu cukup mengkhawatirkan jika plafon yang rusak menimpa pengunjung.

Rehab MGM berdasarkan tinjauan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 12 September 2022 lalu. BPK menyampaikan kondisi bangunan MGM sudah menghawatirkan sehingga secara lisan BPK menyarankan agar MGM ditutup sementara.

Baca Juga Sleman Siap Menjadi Sentra Tanaman Kopi

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan proses rehabilitasi akan memakan waktu 6 sampai 7 bulan. Untuk itu, ia menyampaikan penutupan MGM mulai Senin 21 November 2022. “Pemkab Sleman akan merehabilitasi meski sebenarnya sudah menjadi program lama. Waktu itu sudah dianggarkan tapi ada pandemi. Beberapa bagian sudah banyak yang rusak,” tuturnya ke awak media.

Lanjut tambahnya, MGM pada tahun 2019, semua bangunan dihibahkan ke Pemkab Sleman. Sebelumnya, MGM milik Badan Geologi untuk penelitian. “Setelah dibuka untuk masyarakat, antusiasme sangat banyak. Tempat wisata dan edukasi masyarakat,” ujarnya.

Danang mengatakan karena diampu oleh Dinas Kebudayaan, sudah mengajukan anggaran dari Dana Keistimewaan sebesar Rp14 Miliar. Namun, baru disetujui Rp7,5 Miliar untuk segera merehab bagian yang sudah tidak layak seperti atap yang bocor.

Baca Juga Gubernur DIY Ajak Tertib Pendataan Karya Budaya

Untuk teknis Kerusakan, Taupiq Wahyudi, Kepala Dinas PU Sleman mengatakan MGM dibangun dari rentang tahun 2005-2009, kemudian aset dihibahkan setelah 10 tahun.

“Yang membangun pusat dan daerah dengan tingkat kerusakan yang parah bangunan depan. Di lantai 2, kerusakan plafon sudah parah, bisa menjatuhi pengunjung. Lantai 2, air merembes masuk ke lantai 1,” tuturnya.

Untuk rehabilitasi, Taupiq mengatakan tidak akan mengubah desain. Ia mengatakan akan membongkar seluruh plafon di bagian atap. “Semua atap dan plafon akan dibongkar dan ada lantai yang terbuat dari kayu,” katanya.

“Pembetulan aspal jalan depan, pengecatan, dan lain-lain,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid menyampaikan, prediksi jumlah kehilangan retribusi selama penutupan MGM. Ia mengatakan kalau kunjungan pulih seperti tahun 2019 dengan jumlah kunjungan 119-120 ribu orang maka potensi kehilangan retribusi sebesar Rp550 juta.

Ishadi mengatakan tahun 2019 kunjungan MGM mencapai 119.000 sampai 120.000 orang. Pada tahun 2020 ada 38.000 kunjungan. Sedangkan tahun 2021, terjadi penurunan hingga menjadi 11.000 kunjungan saja. Lalu naik lagi pada 2022, tercatat hingga Oktober ada 55.000 wisatawan datang ke MGM. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.