Berita Nasional Terpercaya

Kopi dan Buah Tropis Memiliki Potensi untuk Dijual ke Turki

0

ANKARA, BERNAS.ID – Komisi IV DPR RI melaksanakan kunjungan kerja ke parlemen Turki di Ankara untuk berbagi pengalaman kebijakan pembangunan pertanian, Selasa lalu (29/11). Rombongan diterima oleh Ketua Komisi Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Pembangunan Pedesaan, Prof Dr Yunus Kilic beserta 26 anggota komisi lainnya.

Prof Dr Yunus Kilic mengatakan, kerjasama Turki dengan Pemerintah Indonesia sudah terjalin sejak lama. “Kerja sama dengan pemerintah Turki sudah terjalan lama sejak pemerintahan Ottoman hingga saat ini. Indonesia sudah menjadi negara sahabat bagi kami,” tuturnya dalam pembukaan penerimaan delegasi parlemen Republik Indonesia.

Baca Juga Bappebti Imbau Masyarakat Waspadai Perdagangan Aset Kripto

Anggia Erma Rini sebagai pimpinan Komisi IV DPR RI, delegasi parlemen Indonesia mengatakan kunjungan ke Turki untuk mempelajari kebijakan pertanian di negara tersebut.

“Kunjungan Diplomasi ini bertujuan untuk mempelajari kebijakan dalam penerapan program pembangunan di bidang pertanian dan pangan, lingkungan hidup dan kehutanan, serta kelautan dan perikanan serta implementasi prioritas kebijakan di bidang tersebut dilaksanakan di Turki,” beber Anggia.

Dalam hal bidang pertanian, Turki banyak mengimpor Crude Palm Oil (CPO) dari Indonesia. Dari kerjasama tersebut ini, Indonesia dan Turki merencanakan peningkatan volume perdagangan sampai dengan 10 miliar USD.

Diplomasi bilateral Indonesia-Turki dilanjutkan kembali dengan pertemuan dengan Kementerian Pertanian, Kehutanan, Perikanan, dan Pedesaan Turki pada Rabu (30/11). Pada kesempatan ini, delegasi diterima Ahmet Volkan Gungoren, Direktur Jenderal untuk European Union dan Relasi Luar Negeri, Kementerian Pertanian dan Kehutanan.

“Turki sangat mengapresiasi Kepemimpinan Indonesia pada G20. Hubungan kerjasama Indonesia-Turki terjalin dengan erat dan akan terus ditingkatkan. Indonesia merupakan negara yang besar dan berperan penting di kawasannya,” ujar Ahmet dalam sambutannya yang hadir bersama wakil Dirjen Kehutanan, Kepala Departemen dan Koordinator Project lingkup Kementerian Pertanian Turki.

Baca Juga Kemendag Sebut Nilai Ekspor Etanol Tumbuh Signifikan

“Sektor Pertanian merupakan satu-satunya sektor yang berdampak positif 16,24% terhadap PDB Indonesia dan mampu bertahan dalam pandemik. Tujuan dari kunjungan diplomasi ini adalah untuk mempelajari pertanian cerdas guna mengatasi perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global,” ungkap Anggia Erma Rini, pimpinan Komisi IV DPR RI, yang merupakan pimpinan delegasi.

Kepala Balitbangtan Prof Fadjry Djufry turut hadir pada pertemuan yang dilaksanakan di kantor Kementerian Pertanian dan Kehutanan tersebut. Ia menjelaskan pihaknya telah berkomunikasi dengan lembaga riset pemerintah Turki untuk bekerjasama, khususnya dalam pengembangan standar produk pertanian.

“Kami telah bertemu dengan Direktur Jenderal TAGEM dan membicarakan potensi kolaborasi antara lain pengembangan standar produk pertanian, peningkatan capacity building sumber daya manusia, dan mitigasi perubahan iklim,” tutur Fadjry.

Lanjut tambahnya, Balitbangtan yang telah bertransformasi menjadi Badan Standardisasi Instrumen Pertanian akan menambahkan klausul kerjasama dan kolaborasi dalam MoU yang telah diinisiasi dengan Kementerian Pertanian Turki sebelumnya.

Ahmet pun merespon dengan antusias terhadap apa yang disampaikan oleh Kepala Balitbangtan dan menunggu follow-up dari MoU yang belum selesai tersebut. Ia menambahkan dalam mengatasi ancaman krisis pangan global di Turki, 50 institusi R&D bekerjasama dengan institusi dunia.

“Keamanan pangan menjadi topik penting dalam Kementerian Pertanian sehingga dibentuk departemen khusus. Perencanaan dan Aksi untuk keamanan pangan adalah 5-17% untuk riset dan pengembangan,” tutur Ahmet.

Ahmed juga menekankan untuk memperkuat ketahanan pangan, pihaknya telah mendorong pertanian keluarga di Turki. Menurutnya, standar produk pertanian Turki telah diharmonisasi dan mengadopsi standar Uni Eropa, bahkan standar lebih tinggi. Produk pertanian dari Indonesia antara lain Crude Palm Oil (CPO) sangat dibutuhkan di Turki begitu pula pati jagung.

Lanjut tambahnya, beberapa peluang yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Turki, yaitu masyarakat Turki belum mengenal buah-buahan tropis sehingga perlu implementasi strategi dan teknologi untuk memperpanjang umur simpan buah agar dapat diperkenalkan dan diperdagangkan di Turki.

Ahmet juga menjelaskan peluang komoditas kopi Indonesia di Turki. Sebab, di Turki tidak dapat memproduksi kopi, tapi budaya minum kopi sangat melekat dan berkembang pesat terutama di kalangan pemuda, “Perdagangan kopi menjadi peluang yang sangat potensial,” ujarnya.

Untuk diperdagangkan ke Indonesia, Ahmet menawarkan komoditas daging sapi, telur, dan susu. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.