Berita Nasional Terpercaya

Mahfud MD Ajak Mahasiswa Kawal Indonesia Emas 2045

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Menkopolhukam, Mahfud MD mengisi seminar kebangsaan bertajuk “Peran Kampus dalam Kancah Pembangunan Bangsa” di Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (17/12). Ia mengajak ratusan mahasiswa yang hadir untuk ikut mengawal Indonesia Emas di tahun 2045.

Mahfud mengatakan, Pemerintah telah memproyeksikan Indonesia akan menjadi Indonesia Emas di tahun 2045. Ia pun menjelaskan arti emas tersebut, yaitu Indonesia akan menjadi nomor empat atau lima kekuatan dunia dengan berbagai potensinya seperti kekuatan ekonomi.

“Besok kita harus ikut mengantarkan Indonesia sebagai Indonesia Emas. Saat itu, angka partisipasi perguruan tinggi akan mencapai 74 persen,” tuturnya.

Baca Juga Para Saksi Menjawab Sah, Kaesang Langsung Ucap Alhamdulillah

Lanjut tambahnya, untuk menuju Indonesia Emas 2045, Pemerintah telah mengupayakan berbagai cara seperti pembangunan manusia dan penguasaan IPTEK melalui pembangunan sekolah dan pemberian beasiswa. “Tahun 2045, ketuntasan kelulusan tingkat SMA akan mencapai 100 persen saat itu,” katanya.

“Indonesia 2045 yang dibayangkan akan tergambar seperti yang dinyatakan pembukaan UUD 45 alinea 2, yaitu bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” imbuhnya.

Namun, cita-cita Indonesia Emas 2045 itu tidak akan terwujud jika tidak mendapat pengawalan dari seluruh komponen bangsa. Untuk itu, ia mengajak para mahasiswa di kampus untuk mengawal terwujudnya Indonesia Emas 2045.

“Bisa saja tidak tercapai kalau prasyarat-prasyarat tidak terpenuhi, berupa ketahanan nasional dan hukum kita berjalan dengan penuh korupsi,” ujarnya.

“Lalu, munculnya gangguan gerakan anti ideologi seperti bom bunuh diri. Gerakan anti ideologi yang terorganisir itu ada,” imbuhnya.

Ia mengatakan, Pemerintah melakukan penangkapan orang-orang yang disebut teroris itu ada undang-undang yang membatasi boleh bertindak dan tidak boleh bertindak. “Mari kita menjaga bangsa ini. Kalau terjadi bom bunuh diri, nanti Pemerintah dibilang goblok,” katanya.

“Mari kita jaga bangsa ini karena ini adalah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Negara ini telah memberi kita kenikmatan yang begitu besar kepada kita bangsa Indonesia,” tambah Mahfud.

Baca Juga Pesan Butet Kertaradjasa Untuk Kaesang-Erina, Ojo Pegatan!

Ia pun berharap agar Perguruan Tinggi dapat membantu membuat keadaan tetap kondusif dan berkontribusi dengan bersatu untuk menjalankan demokrasi dan nomokrasi sebagai pengawasan agar kebebasan tidak menjadi liar. “Karena Demokrasi akan menghancurkan negara jika tidak ada nomokrasi,” tukas Mahfud.

Turut hadir Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Al Makin, Wakil Rektor 2 bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof Sahiron, pimpinan Dekanat, para Kepala Biro dan pimpinan struktural lainnya, dan Civitas Akademika UIN Sunan Kalijaga. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.