Berita Nasional Terpercaya

Bupati Sleman Ajak Warganya Tak Terpengaruh Terorisme

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengajak warganya untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi dengan adanya pandangan radikal. Ia pun tak menyangka ada warganya yang diamankan pihak kepolisian karena diduga terlibat terorisme.

“Saya kaget ada warga kami yang diamankan. Harapan saya warga lain tak terprovokasi atau terpengaruh sama pandangan atau paham radikalisme itu,” tuturnya, Minggu (22/1/2023).

Sebelumnya, warga Padukuhan Jetis Jogopaten, Pandowoharjo, Sleman ditangkap oleh Densus Antiteror 88, Sabtu malam (21/1/2023) malam.

Baca Juga DKP Gunungkidul Lepas 400 Ribu Benih Ikan Ke 20 Telaga

Menurut Kustini, pandangan radikalisme dapat diterima masyarakat yang tidak memahaminya. Untuk antisipasi radikalisme, ia meminta agar seluruh stakeholder untuk memperkuat sosialisasi dan pemahaman bahaya radikalisme.

“Seluruh masyarakat harus waspada dan mensosialisasikan model keagamaan yang mengedepankan toleransi. Dan mengajak pada kedamaian karena toleransi itu yang diajarkan oleh Rasullah,” terangnya.

Kustini mengatakan, toleransi adalah ajaran dalam Islam sehingga pihaknya berharap agar masyarakat khususnya yang tinggal di Sleman memahami arti toleransi tersebut. “Kasus ini menjadi perhatian kami. Maka pemahaman akan toleransi di masyarakat harus tinggi. Termasuk menjauhi pandangan radikalisme dalam bentuk apapun,” ucapnya.

“Apalagi masyarakat Sleman ini kan beragam dan bisa disebut Indonesia mini. Maka perlu penguatan kembali tentang toleransi untuk merawat keberagaman Sleman sebagai rumah bersama,” imbuh Kustini.

Baca Juga Bappebti Imbau Masyarakat Waspadai Perdagangan Aset Kripto

Ia pun meminta peran jaga warga kembali ditingkatkan untuk mencegah terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan. “Ayo gerakan jaga warga digalakan lagi. Kewaspadaan ditingkatkan. Jangan sampai kita acuh terhadap hal-hal kecil yang ada di sekeliling kita. Pak RT, RW dan Dukuh harus tahu aktifitas warga agar kalau ada hal-hal yang tidak wajar bisa diantisipasi,” tukasnya.

Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto membenarkan adanya penangkapan orang yang diduga terlibat terorisme di Kelurahan Pendowoharjo Sleman.

“Kami dari Polda DIY membantu pengamanan saat penangkapan terduga teroris yang dilakukan oleh Densus 88. Ini adalah keberhasilan pencegahan yang dilakukan polri sebelum terduga melakukan aksinya,” pungkasnya. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.