Berita Nasional Terpercaya

Bupati Sleman Ingin PPS Rangkul Kaum Milenial

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengukuhkan Pengurus Forum Komunikasi Penyuluh Pertanian Swadaya (Forkom PPS) Kabupaten Sleman periode 2023-2027 di Kopi Merapi Cangkringan, Rabu (3/5/2023). Forkom PPS Sleman menjadi jembatan antara pemerintah dengan para petani dari tingkat kabupaten sampai tingkat padukuhan.

Pengukuhan dilakukan terhadap 17 Pengurus Forkom PPS Kabupaten Sleman yang merupakan perwakilan dari 17 Kapanewon di Wilayah Kabupaten Sleman. Ketua Forkom PPS Sleman, Untari mengatakan pihaknya selalu siap untuk bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Sleman melalui peran aktif PPS yang tersebar di seluruh UPT 1 sampai 8 di wilayah Kabupaten Sleman.

Baca Juga Polda DIY Beri Pengamanan Objek-Objek Wisata

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, perlunya keberadaan Forkom PPS untuk memberikan masukan dan saran yang membangun bagi kemajuan pertanian di Kabupaten Sleman. “Saya berharap dengan dikukuhkannya kepengurusan Forum Komunikasi Penyuluh Pertanian Swadaya dapat menjadi jembatan antara pemerintah dengan para petani dari tingkat Kabupaten sampai tingkat Padukuhan. Dengan demikian semua informasi terkait pertanian, peternakan seperti pelatihan, pameran, penguatan permodalan dapat tersampaikan dengan baik,” terangnya.

Selain berperan aktif menjadi pendamping dan mitra usaha para petani, Kustini berharap pengurus Forkom PPS Sleman mendukung upaya Pemerintah dalam mewujudkan regenerasi petani dengan merangkul para petani milenial yang ada di sleman.

Baca Juga Kedungpoh Park, Wisata Sunset Dan Kuliner Baru Gunungkidul

“Selama ini PPS berperan aktif mendampingi para petani untuk kemajuan dan kesejahteraan para petani di sleman. Namun, saat ini PPS juga hendaknya berbagi pengalamannya, ilmunya, kepada para generasi muda sehingga generasi muda memiliki minat untuk bertani. Saya khawatir nanti upaya yang dilakukan selama ini oleh seluruh pihak untuk memajukan pertanian. tidak ada penerusnya karna generasi muda yang enggan menjadi petani,” tukas Kustini. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.