Berita Nasional Terpercaya

Pemkab Sleman Komitmen Jaga Kondusifitas Pasca Kericuhan di Jalan Tamansiswa

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan Pengurus Cabang PSHT Kabupaten Sleman di Ruang Rapat Sembada Kantor Sekretariat Kabupaten Sleman, Selasa (6/6/2023) malam. FGD menyikapi insiden kericuhan di wilayah DIY yang melibatkan simpatisan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan warga Yogyakarta di Jalan Tamansiswa, Minggu malam (4/6/2023) lalu.

Baca Juga: 75 Tahun Kerja Sama Belgia-Indonesia, Diplomatik Menjadi Friendship

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyesalkan terjadinya konflik tersebut. Ia pun mengimbau semua pihak terkait untuk memperhatikan dan mematuhi pesan Sri Sultan Hamengku Buwono X, yaitu mengedepankan laku sareh, sabar, dan mawas diri serta senantiasa menggelorakan semangat bebrayan-paseduluran.

“Segala permasalahan maupun kesalah-pahaman dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat dengan dilandasi nilai-nilai dan prinsip musyawarah-mufakat,” kata Danang.

Ia menyebut Pemkab Sleman bersama Forkopimda Sleman beserta seluruh mitra Pemerintah berkomitmen untuk menjaga kondusifitas di wilayah Sleman dengan memperkuat koordinasi.

Komitmen yang sama juga disampaikan Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat PSHT, Arie Sujito. Ia menyampaikan warga PSHT di Sleman pada khususnya dan DIY pada umumnya berkomitmen untuk menjaga kondusifitas wilayah dan menurunkan ketegangan yang terjadi saat ini.

“PSHT DIY telah secara resmi memohon maaf kepada seluruh masyarakat DIY atas insiden yang terjadi. Kami juga terus menghimbau warga PSHT dari luar DIY untuk tidak perlu datang ke DIY dan mempercayakan semua penyelesaian kasus kepada aparat yang berwenang,” jelasnya.

Baca Juga: Kedungpoh Park, Wisata Sunset Dan Kuliner Baru Gunungkidul

Arie menyebut pihaknya akan mematuhi dhawuh Ngarsa Dalem untuk meredam situasi dan mengutamakan prinsip bebrayan-paseduluran. Meskipun insiden kericuhan tidak terjadi di wilayah Sleman, menurutnya, upaya preemtif dan preventif telah dilakukan oleh Aparat Keamanan.

Kapolresta Sleman, AKBP Yuswanto Ardi menyampaikan Sleman menjadi perlintasan utama akses menuju DIY sehingga pihaknya terus melakukan upaya preemtif dan preventif sebelum mengambil langkah represif dalam penanganan kejadian apapun.

“Langkah antisipasi perlu terus dilakukan. Kami mengapresiasi partisipasi aktif warga PSHT Sleman yang senantiasa mendukung cipta kondisi wilayah yang aman dan tertib,” tukas Kapolresta. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.