Berita Nasional Terpercaya

Jelang Iduladha 2023, Begini Ketersediaan Hewan Kurban di Kulon Progo

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Menjelang Iduladha 1444H/2023M, ketersediaan hewan kurban di wilayah Kabupaten Kulon Progo terpantau cukup dan aman. Hal ini disampaikan Kepala Biro Perekonomian dan Sumberdaya Alam Sekretariat Daerah DIY, Yuna Pancawati, usai melaksanakan pemantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, di super market sapi milik Olan Suparlan di Sukoreno, Sentolo dan pedagang sapi Paiman, di Bumirejo, Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu (21/6/2023).

Baca juga: Sapi 1,1 Ton Dari Probolinggo Dibeli Jokowi Seharga Rp 100 Juta Untuk Kurban

Yuna mengatakan, bahwa untuk ketersediaan hewan kurban sampai hari ini mencukupi, apabila sampai pada waktunya tiba terjadi kekurangan masih memungkinkan mendatangkan dari wilayah daerah lainnya seperti Magelang dan wilayah Madura. Dari pantauan di 2 lokasi menurut Yuna Pancawati hewan-hewan yang ada dalam kondisi sehat semua.

“Ketersediaan hewan kurban sapi pada satu minggu kedepan masih mencukupi dan kondisi kesehatannya aman,” ungkapnya, Jumat (23/6/2023).

Yuna menjelaskan bahwa seluruh sapi telah lulus SKKH atau memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari Kabupaten Kulon Progo, karena Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sendiri telah membangun Pos Pemantauan Hewan di 3 titik di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Dari pantauan di dua lokasi tersebut, didapatkan informasi dari pedagang bahwa ketersediaan hewan kurban sapi cukup dan aman.

Baca juga: 9 Sapi Bebas PMK Dari Gubernur, Wagub DIY, Dan Presiden RI Telah Terdistribusi

Sebelumnya, kepada Tim TPID DIY, Olan Suparlan menjelaskan bahwa sampai saat ini sapi dagangannya yang berasal dari para petani di Kabupaten Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul dan sebagian Magelang yang dijual mulai dari harga Rp.19 juta sampai dengan Rp.33 juta, dari 150 ekor sapi dagangannya tersebut masih tersisa 22 ekor yang belum terjual.

Menurut Olan cara pemberian pakan hanya jerami, kalanjono dan kombor sentrat/polar yang menjadikan dagingnya padat (keset) tidak berair.

“Selain itu setiap 3 hari sekali mendatangkan petugas kesehatan hewan (mantri hewan) untuk selalu mengecek kesehatan sehingga sapinya tidak ada yang terkena penyakit lato-lato (LSD) atau penyakit lainnya,” katanya. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.