Berita Nasional Terpercaya

Megawati dan Ganjar Naik Mobil Listrik Bareng Temui Relawan di Yogyakarta

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama bacapres Ganjar Pranowo dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati menaiki mobil listrik untuk menghadiri acara Temu Kebangsaan bersama para relawan di Pendopo Agung Kedhaton, Royal Ambarukmo Yogyakarta, Selasa (22/8/2023).

Awalnya, di depan lobby hotel, parkir dua mobil listrik yang terkesan antik berwarna merah dan putih. Megawati bersama Ganjar dan Menteri PPPA Bintang Darmawati memilih menaiki mobil berwarna merah.

Sementara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama pengurus Partai termasuk Bambang Wuryanto menaiki mobil berwarna putih.

Megawati, Ganjar, dan Bintang, tampak menikmati perjalanan singkat sekitar 70 meter menuju lokasi Temu Kebangsaan yang digelar para relawan Ganjar Pranowo.

Bahkan Ganjar terlihat mengamati mobil itu dan bertanya kepada sang sopir. Selama perjalanan, Megawati dan Ganjar pun disambut masyarakat yang melihat mobil listrik itu melintas.

Baca juga: Ganjar Mengaku Dapat “PR” Dari Megawati

“Pak Ganjar!,” sapa beberapa orang yang menyaksikan mobil listrik itu melintas. Ganjar melempar senyum dan melambaikan tangannya. Teriakan “Ibu Mega,” pun terdengar saat mobil melintas.

Dalam kesempatan ini Ganjar menyampaikan visinya menuju Indonesia Emas 2024. Ia menjelaskan, di bawah kepemimpinan Jokowi, Indonesia sudah mengalami banyak kemajuan. Tapi indeks pemberantasan korupsi masih rendah.

“Ini harus diperhatikan,” tegasnya.

Baca juga: Elektabilitasnya Tinggi, Ganjar: Enggak Usah GR

Sebelumnya, Ganjar dan Megawari menyambangi kantor Dewan Pimpinan Daerah PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta di Jalan Tentara Rakyat Mataram, Jetis, Kota Yogyakarta.

Dalam kunjungan itu Megawati mewanti-wanti agar kader PDIP yang maju sebagai calon legislatif maupun kepala daerah tidak memainkan praktek kotor seperti politik uang dan joki politik pada Pemilu 2024.

Mega lantas bercerita tentang calon kepala daerah yang bermain politik uang dan caranya menggaet suara.

“Sebelum pilkada, masyarakat diduitin (dikasih uang) per orang Rp 800 ribu dan bisa sampai Rp 1 juta, itu uang darimana? Pasti dari korupsi,” katanya. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.