Berita Nasional Terpercaya

TPST Tamanmartani Diklaim Mampu Olah Sampah 90 Ton Per Hari

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman meresmikan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Sleman. Total anggaran yang digunakan untuk pembangunan TPST Tamanmartani sebesar Rp23,9 Miliar.

TPST Tamanmartani menggunakan lahan desa dengan luas 11.684 meter kubik.TPST Tamanmartani melakukan pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) dengan prosentase 40-50 persen.

Baca Juga Jogoboyo Caturtunggal Menjadi Tersangka Kasus Mafia TKD

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Epiphana Kristiyani mengatakan dana pembanguan TPST Tamanmartani berasal dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman sebesar Rp6,1 Miliar dan  Dinas Lngkungan Hidup (DLH) Sleman sebesar 7,1 Miliyar.

“Penggadaan alat operasional pendanaannya berasal dari Dana Keistimewaan sebesar 6,8 Miliyar digunakan untuk 2 modul alat pengolah sampah dan APBD sebesar 3,9 Miliyar digunakan untuk 1 modul alat pengolah sampah dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL),” terang Epiphana.

Epiphana menjelaskan RDF merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari pengolahan sampah, hasil dari sampah yang telah diolah akan dikirim ke pabrik semen yang berada di Cilacap. Produksi sampah di Sleman berdasarkan data terakhir DLH masih sekitar 200 ton sampah per hari.

“TPST Tamanmartani memiliki kapasitas antara 80-90 ton sampah per hari, namun dalam masa uji coba ini kapasitas yang digunakan sekitar 50-60 ton sampah perhari dengan jumlah tenaga kerja untuk saat ini lebih kurang 30 orang,” tutur Epiphana.

Ia menjadwalkan TPST Tamanmartani akan beroperasi sepenuhnya pada Bulan Januari tahun 2024 dengan jangkauan pelayanan pada wilalah Sleman bagian Timur yang meliputi Kapanewon Kalasan, Prambanan, Berbah, dan Ngemplak.

“Semoga TPST Tamanmartani menjadi sebuah awal baru kemajuan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutaan dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman, sehingga dapat mewujudkan visi Kabupaten Sleman untuk mewujudkan Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya-saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong royong,” harap Epiphana.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyatakan pentingnya menyelesaikan masalah sampah mulai dari hulu sampai ke hilir, dan hasil sampah ini dapat dimanfaatkan sampai residu.

Baca Juga Kejati DIY Geledah Kantor Kelurahan Candibinangun Sleman

“Dengan telah diresmikannya TPST menjadi salah satu sarana pengolahan sampah serta meningkatkan kesadaran dan kepatuhan selruh warga Kabupaten Sleman untuk mengurangi sampah dan mengelola sampah. Keberadaannya akan semakin mengoptimalkan dalam hal menanggulangi sampah di Kabupaten Sleman sesuai dengan aturan yang berlaku di Kabupaten Sleman,” ucap Bupati.

Kustini menyebut rencana pembangunan TPST pada setiap kawasan sesuai dengan pembagian rencana tata ruang di Wilayah Kabupaten Sleman. “Harapannya, pengolahan sampah ini dari hulu hingga hilir selesai dan dengan adanya pengolahan sampah yang baik masyarakat bisa sehat dengan taman yang indah lestari, sekaligus masyarakat dapat sejahtera dengan lingkungan yang bersih dan sehat,” tukasnya. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.