Berita Nasional Terpercaya

Diduga Berikan Sumpah dan Keterangan Palsu, Seorang Perempuan Diperkarakan oleh Mantan Suami

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Seorang laki-laki melaporkan mantan istrinya atas dugaan sumpah palsu dan keterangan palsu. Sidang Pidana Perkara Sumpah Palsu dan Keterangan Palsu dengan terdakwa Anastasia Carolina ini digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa 9 Januari 2024.

Dipimpin oleh Hakim Ketua Hernawan, S.H., M.H., sidang pidana terbuka dengan agenda pembacaan dan pembuktian surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rindu Yusticia, S.H. ini, menghadirkan 6 saksi termasuk 1 saksi sekaligus korban yaitu Andreas Yudhotomo yang merupakan mantan suami terdakwa Anastasia Carolina.

Dalam sidang terungkap bahwa akibat perbuatan terdakwa Anastasia Carolina, saksi korban Andreas Yudhotomo mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp600.000.000 (enam ratus juta rupiah).

Namun dalam kesaksiannya, saksi korban Andreas Yudhotomo mengoreksi bahwa sebetulnya kerugian yang dialaminya lebih dari itu, yakni mencapai lebih dari Rp1 Miliar yang merupakan tabungannya sejak awal bekerja dan dipersiapkan untuk biaya menempuh pendidikan bagi anak mereka.

Mengutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Sleman dengan Nomor Perkara 685/Pid.B/2023/PN Smn disebutkan bahwa awalnya saksi korban Andreas Yudhotomo telah menikah dengan terdakwa Anastasia Carolina di Kantor Urusan Agama (KUA) Depok Sleman pada tanggal 8 Oktober 2015.

Baca Juga : Pembelaan Terdakwa Kasus Dugaan Penggelapan Tas Mewah di PN Sleman

Kemudian setelah pernikahan mereka tinggal bersama dalam satu rumah di Perum Kaliurang Pratama Blok B No. 8 Rt/Rw.09/41 Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, DIY.

Selama pernikahan, saksi korban Andreas Yudhotomo menyerahkan seluruh tabungan yang merupakan uang pribadi miliknya kepada terdakwa Anastasia Carolina untuk disimpan di rekening salah satu bank milik pemerintah yang berkedudukan di Sleman, dalam bentuk deposito berjangka atas nama Anastasia Carolina dengan No.Bilyet Deposito AD.92xxxx dan No.Rekening Deposito 137-02-0480xxx-x sejumlah Rp600.000.000 (enam ratus juta rupiah) tertanggal 26 Juni 2016.

Bilyet deposito kemudian oleh terdakwa Anastasia Carolina dan saksi korban Andreas Yudhotomo disimpan di safety box di rumah tinggal mereka bersama.

Seiring berjalannya waktu, terjadi ketidakharmonisan hubungan suami istri antara saksi korban Andreas Yudhotomo dan terdakwa Anastasia Carolina. Hingga puncaknya terdakwa Anastasia Carolina memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah tinggal mereka pada bulan November 2019.

Kepergiannya dilakukan dengan tidak membawa bilyet deposito yang pernah terdakwa Anastasia Carolina buka di salah satu bank perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Sleman. Bilyet deposito itu masih tersimpan di safety box di rumah tinggal mereka bersama di Perum Kaliurang Pratama.

Akhirnya, pada bulan Mei 2020 terdakwa Anastasia Carolina mengajukan cerai gugat di Pengadilan Agama (PA) Sleman terhadap saksi korban Andreas Yudhotomo. Dalam prosesnya, gugatan perceraian dikabulkan oleh majelis hakim melalui putusannya pada bulan Oktober 2020.

Lebih lanjut, karena saat itu terdakwa Anastasia Carolina tidak menguasai bilyet depositonya, tanpa memberitahu saksi korban Andreas Yudhotomo, terdakwa Anastasia Carolina datang ke Kepolisian Sektor (Polsek) Depok Barat di Jalan Laksda Adi Sucipto Km.6, Depok, Sleman, DIY untuk membuat laporan kehilangan.

Kemudian terbitlah Surat Tanda Penerimaan Laporan Kehilangan Barang (STPLKB) No.Pol:B/42/VI/2020/Sek.DPB tertanggal 17 Juni 2020 yang isinya terdakwa Anastasia Carolina melaporkan kehilangan barang/surat-surat penting antara lain berupa buku tabungan Bank BUMN di Sleman atas nama Anastasia Carolina No.Rekening:137001200xxxx yang dikeluarkan Bank BUMN di Sleman, bilyet deposito Bank BUMN di Sleman No:AD.92xxxx atas nama Anastasia Carolina, buku polis asuransi atas nama Anastasia Carolina dan buku polis asuransi atas nama Davka Zia Atharizz (anak hasil pernikahan mereka berdua) yang menerangkan bahwa barang/surat-surat penting tersebut oleh terdakwa Anastasia Carolina dilaporkan hilang pada tanggal 15 Juni 2020 sekitar pukul 18.30 WIB disekitar Jalan Seturan, Depok, Sleman, DIY.

Selanjutnya, terdakwa Anastasia Carolina dengan berbekal Surat Tanda Penerimaan Laporan Kehilangan Barang yang sebenarnya isinya tidak benar, tetap mengajukan proses pencairan deposito ke Bank BUMN di Sleman.

Oleh karena kelengkapan persyaratan yang ditetapkan oleh Bank BUMN di Sleman sebagai kelengkapan pencairan terpenuhi dengan adanya STPLKB No.Pol:B/42/VI/2020/Sek.DPB tertanggal 17 Juni 2020 sebagai pengganti dokumen yang hilang yaitu bilyet deposito Bank BUMN di Sleman No.AD.92xxxx, maka akhirnya deposito tersebut dapat dicairkan oleh terdakwa Anastasia Carolina dan dimasukkan ke rekening terdakwa Anastasia Carolina.

Saat terdakwa Anastasia Carolina membuat Surat Laporan Kehilangan Barang (LKB) di Polsek Depok Barat dan saat terdakwa Anastasia Carolina mencairkan bilyet deposito di Bank BUMN di Sleman, terdakwa Anastasia Carolina tidak memberitahu kepada saksi korban Andreas Yudhotomo dan terdakwa Anastasia Carolina juga tidak pernah membawa bilyet deposito yang masih tersimpan dalam safety box di dalam rumah tinggal mereka bersama dulu.

Dan senyatanya bilyet deposito Bank BUMN di Sleman No.AD.92xxxx atas nama Anastasia Carolina tertanggal 26 Juni 2016 tidak pernah hilang karena masih tersimpan di safety box di rumah tinggal mereka bersama dulu di Perum Kaliurang Pratama.

Sehingga isi STPLKB No.Pol:B/42/VI/2020/Sek.DPB tertanggal 17 Juni 2020 yang dibuat atas keterangan terdakwa Anastasia Carolina adalah tidak sesuai dengan kenyataan atau tidak sesuai kebenarannya.

Atau dengan kata lain terdakwa Anastasia Carolina diduga telah memberikan sumpah dan keterangan palsu kepada Bintara Administrasi (Bamin) Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Depok Barat.

Atas dasar itu, maka kemudian saksi korban Andreas Yudhotomo melaporkan kasus ini ke Kepolisian Resor (Polres) Sleman untuk ditindaklanjuti.

Kelima saksi lain yang dimintai keterangan oleh majelis hakim yakni 1 orang pengusaha, 1 orang eksmarketing Bank BUMN di Sleman, 2 orang perwakilan dari Bank BUMN di Sleman dan 1 Bamin SPKT Polsek Depok Barat.

Sedangkan terdakwa Anastasia Carolina yang turut hadir dalam persidangan, saat ini berstatus sebagai Tahanan Pengadilan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Wonosari, Gunungkidul, DIY sejak 16 Desember 2023 hingga 10 Maret 2024.

Atas perbuatannya itu, terdakwa Anastasia Carolina, sebagaimana diatur dalam pasal 266 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) diancam hukuman pidana penjara selama-lamanya 7 tahun.

Baca Juga : Alat Bukti Rekaman CCTV Kasus Dugaan Aduan Palsu Diputar di PN Sleman

Ditemui seusai sidang, Widi Ari Sulistyo, S.H., M.Hum. selaku Penasihat dan Kuasa Hukum terdakwa Anastasia Carolina mengatakan, kasus ini pada saat kejadian masih berada dalam ruang lingkup keluarga (ikatan pernikahan), maka seharusnya fakta ini bisa menjadi pertimbangan bagi majelis hakim dalam pengambilan keputusan karena ini konteksnya adalah harta milik bersama dan tidak ada perjanjian pemisahan harta.

“Jadi ketika ditanya siapa yang dirugikan, menurut saya tidak ada,” katanya.

Sementara itu, saksi korban Andreas Yudhotomo mengungkapkan bahwa dia sebetulnya sudah menempuh jalur mediasi, namun menurut dia tidak ada itikad baik dan inisiatif dari terdakwa Anastasia Carolina untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Karena dia (terdakwa Anastasia Carolina) tidak bersedia datang untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik, saya terpaksa menempuh jalur hukum, sebab ada hak anak-anak dan ibu saya juga yang harus dikembalikan oleh terdakwa (Anastasia Carolina),” ujarnya.

Sidang pidana terbuka selanjutnya dengan agenda pembuktian surat dakwaan dari JPU yang meminta keterangan dari saksi ahli akan kembali digelar Rabu 17 Januari 2024 di PN Sleman di Jalan Parasamya No.6 Beran, Tridadi, Sleman, DIY. (*/cdr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.