Berita Nasional Terpercaya

Pelaku Penggelapan Uang Investor Laundry Divonis 20 Bulan Penjara

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Terdakwa Tieto Ramadhona (41) warga Perum Bumi Pisonia Kubus Pojok Tiyasan Condongcatur Depok Sleman atau yang terakhir tercatat tinggal di Ngemplak Sleman akhirnya divonis 1 tahun 8 penjara atau 20 bulan penjara dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Selasa (23/1/2024).

Terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan melanggar pasal 372 KUHP setelah menggelapkan uang investor atau saksi korban dr Dwi Prayogo untuk usaha bisnis laundry.

Vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa lebih ringan dari tuntutan jaksa Hanifah SH yang semula menuntut 2 tahun penjara.

“Atas putusan yang dijatuhkan, baik jaksa maupun terdakwa masih menyatakan pikir-pikir dan belum menentukan sikap apakah menerima atau banding. Untuk itu pengadilan memberikan waktu selama tujuh hari,” kata Juru Bicara PN Sleman, Cahyono SH kepada wartawan usai pembacaan vonis.

Dalam amar putusan majelis hakim terungkap, awalnya pada Juni 2021 saksi dr Dwi Prayogo bermaksud ingin melakukan waralaba usaha laundry di Melia Laundry.

Baca Juga: Warga Miskin Sleman Dijanjikan Akses Layanan Hukum

Ketika korban datang ke Kantor Melia Laundry ditemui terdakwa yang saat itu bekerja sebagai marketing.

Saat itu terdakwa menyarankan agar tidak usah waralaba di Melia Laundry, namun disarankan agar membuka usaha sendiri saja dan nanti akan dibantu atau kerja sama.

Selang beberapa bulan korban diberikan proposal oleh terdakwa berisi prospek usaha laundry dan biaya modal usaha laundry totalnya mencapai Rp846 juta.

Biaya itu dihitung dari mulai buka usaha sampai dengan usaha berjalan serta perkiraan keuntungan atau laba yang akan didapat.

Karena korban merasa tertarik dengan proposal yang diberikan terdakwa kemudian pada 22 Oktober 2021 keduanya sepakat melakukan bisnis usaha laundry.

Baca Juga: Divonis 1 Tahun 6 Bulan, Kuasa Hukum H. Novarien Pertanyakan Keadilan

Selanjutnya membuat Surat Perjanjian Usaha tertanggal 22 Oktober 2021 yang ditandatangani oleh saksi korban dengan terdakwa di hadapan Notaris Nurmala Chandra Dewi SH.

Saksi korban sebagai pemilik modal akan mendapat keuntungan 60 persen dan terdakwa sebagai pihak yang menjalankan usaha laundry mendapat keuntungan 40 persen.

Selanjutnya saksi korban selaku investor menyerahkan sejumlah uang kepada terdakwa secara bertahap sebanyak lima kali total mencapai Rp846 juta.

Setelah saksi korban menyerahkan uang Rp846 juta, terdakwa mejalankan usaha laundry dengan membeli perlengkapan dan menyewakan tempat.

Namun setelah usaha tersebut berjalan, apa yang dijanjikan kepada saksi korban terkait keuntungan tidak berjalan lancar sesuai dalam perjanjian.

Baca Juga: Karyawan Purawisata dan 2 Perusahaan Lainnya di Yogyakarta Ajukan Gugatan Hukum di PHI

Bahkan dalam laporan keuangan, terdakwa melakukan mark up terkait pengadaan barang atau kebutuhan usaha laundry.

Sehingga total selisih uang dalam laporan keuangan tersebut mencapai Rp101,3 juta.

Akibat laporan keuangan yang dibuat terdakwa ada selisih uang sisa yang belum digunakan namun seolah-olah sudah habis.

Uang tersebut tidak dikembalikan kepada saksi korban selaku investor sehingga mengalami kerugian Rp101,3 juta dan uang modal keseluruhan belum dikembalikan. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.