Berita Nasional Terpercaya

APBN Oleh Unit Kemenkeu di Tapal Kuda Tunjukkan Kinerja Positif Tahun 2023

0

JEMBER, BERNAS.ID – APBN oleh unit Kemenkeu (Kementerian Keuangan) RI yang ada di Tapal Kuda menunjukkan kinerja positif selama Tahun 2023. Kantor di Kabupaten Jember sebagai koordinator informasi publik, KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara), Kantor KPPBC (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai), KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama, dan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang).

Dalam siaran resminya di hadapan sejumlah awak media di lantai 2 KPPN di Jalan Kalimantan No.35 Jember, masing-masing kepala kantor memaparkan evaluasi kerja selama setahun terakhir, Selasa (30/1/2024).

KPP Pratama Jember

Kepala kantor KPP Pratama Jember Syaiful Abidin menyatakan, secara keseluruhan penerimaan pajak mengalami kenaikan 104 persen.

Pajak penghasilan, dari target Rp1.484 miliar terealisasi Rp1.479 miliar. Target PPN dan PPnBM sebesar Rp 918 miliar terealisasi Rp1.052 miliar. PBB, dari target Rp84,3 miliar tercapai Rp70,2 miliar. Pajak lainnya, dari target Rp105 miliar terealisasi Rp96 miliar. Sehingga total realisasi penerimaan pajak sebesar Rp2,7 triliun dari target Rp2,59 triliun.

Penurunan Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Kabupaten Jember disebabkan karena setoran PBB dari obyek pajak yang diterima oleh kantor pusat. Sebab obyeknya milik Perhutani, PTPN, yang mana proses penghitungan dilakukan di pusat. Perlu diketahui, PPB yang diperhitungkan hanya PBB perkebunan, sedangkan PBB kabupaten, BPHTB, masuk ke kas daerah.

Menurut Syaiful Abidin, kenaikan pajak administrasi negara karena bendahara negara semakin dimudahkan dengan aplikasi pada sistem DJP, karena tidak usah menghitung lagi tarif besaran karena sudah ada di dalam aplikasi. Sedangkan penurunan pajak disebabkan wajib pajak, terutama swasta, mengalami kesulitan likuiditas.

Baca Juga :  Sri Mulyani Pamer Kinerja Positif Kemenkeu di Hadapan DPR

Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Cukai

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Jember Asep Munandar, mengakui pencapaian yang melampaui target Tahun 2023 yang diraih menjelang akhir tahun.

Dari target sebesar Rp1.141 miliar bisa direalisasikan sebesar Rp1.188 miliar atau naik sebesar 104 persen.

Asep, pria asli Sunda itu, mengungkapkan, Kantor KPPBC Jember memberikan insentif fiskal kepada perusahaan di kawasan berikat berupa tertundanya bea masuk barang impor, dengan totalnya Rp97 miliar lebih. Sedangkan multiplayer effectnya besar diantaranya, serapan tenaga kerja lebih dari 3.000 orang dengan pengeluaran yang berupa konsumsi, tempat tinggal dan lain-lainnya. Dan total nilai investasinya 234 miliar dengan kontribusi devisa lebih dari Rp1 triliun.

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang 

Kepala KPKNL Jember Wahyudin Hendro menyampaikan tugas pokoknya sebagai kantor yang mengelola penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang meliputi aset, anggaran negara dan lelang.

Aset PNBP yang terealisasi sebesar Rp13,4 miliar dari target sebesar Rp11,4 miliar atau naik 117,5 persen. PNBP Piutang Negara terealisasi Rp20 juta dari target Rp6 juta. Sedangkan PNBP Lelang terealisasi Rp6,6 miliar dari target sebesar Rp4,6 miliar. Sehingga total penerimaan Rp20 miliar dari target Rp16 miliar atau naik 125 persen.

Wahyu, sapaan Kepala KPKNL Jember menegaskan, aset-aset yang rusak akan dihapus di satuan kerja (satker) dan barang-barang yang masih bernilai ekonomis akan dilelang secara online, di www.lelang.go.id.

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara

Kepala KPPN Jember Dirgohaju Widodo mengungkapkan evaluasi Tahun 2023 sebagai berikut.

Untuk wilayah Jember Raya, pendapatan mengalami peningkatan sebesar 17 persen dari tahun 2022 atau sebesar Rp942,3 miliar.

Sedangkan belanja pemerintah pusat naik sebesar 36 persen atau bernilai Rp1,1 triliun. Penyebabnya adalah kenaikan belanja pegawai sebesar Rp304 miliar (19 persen) dan belanja barang sebasar Rp638 miliar (51 persen).

Baca Juga :  Segini Besaran Dana Transfer Daerah Jember Tahun 2024, DD Bisa Segera Dicairkan

Realisasi TKD (Transfer ke Daerah) mengalami kenaikan 202 persen atau sebesar Rp8,3 triliun karena adanya peningkatan DAU (Dana Alokasi Umum) sebesar Rp5,2 triliun dan Dana Tranfer Khusus sebesar Rp1,3 triliun.

APBN oleh Kemenkeu di Tapal Kuda dalam evaluasi Tahun 2023 memiliki kinerja positif, dengan realisasi lebih dari target yang telah ditetapkan. (sgt)

Leave A Reply

Your email address will not be published.