Berita Nasional Terpercaya

Hadapi Potensi Bencana di Pemilu 2024, Ini yang Disiapkan BPBD DIY

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Menyambut proses Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024, BPBD DIY menaruh perhatian khusus mengingat pelaksanaannya masih dalam musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmat menjelaskan, Pemilu 2024 memiliki potensi kebencanaan hidrometeorologi seperti cuaca ekstrem, angin kencang, banjir, dan tanah longsor. Selain itu juga terdapat ancaman letusan Gunung Merapi, yang saat ini statusnya Level III (Siaga).

“Pada saat pemilu kita masih menghadapi curah hujan yang cukup tinggi. Jangan sampai pemilih berkurang karena kendala bencana,” kata dia.

Baca juga: Hujan Seharian Berimbas Sejumlah Kejadian Di DIY

Karena itu, pihaknya menyiagakan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang ada di tiap Kalurahan yang sampai saat ini sudah berjumlah 332 Kalurahan/Kelurahan Tangguh Bencana. Pihaknya juga menyiagakan Kelompok Jaga Warga yang berada di tingkat Padukuhan/Kampung di seluruh DIY yang sampai saat ini berjumlah 4.400 Padukuhan/Kampung dengan jumlah personil 62.062 orang.

“Kami juga menyiagakan Satlinmas yang berada di tingkat kalurahan/kelurahan yang berjumlah 21.524 personel,” imbuhnya.

Baca juga: BPBD DIY Kirim Bantuan Makanan Dan Logistik Ke Area Terdampak Bencana

Ia menambahkan, pembekalan kepada FPRB, Jaga Warga dan Satlinmas sudah dilakukan selama tahun 2023 agar mereka siap siaga pada saat Pemilu 2024. Pihaknya juga menelurkan rekomendasi terkait pelaksanaan Pemilu 2024.

“KPPS dan Panwas di setiap tingkatan agar selalu berkoordinasi dengan FPRB, Jaga Warga dan Satlinmas, sebelum, pada saat dan pasca pemungutan suara,” katanya.

KPU DIY/Kab/Kota dimintanya mengantisipasi untuk disediakan plastik pelindung kotak suara/kertas suara agar tidak terkena hujan ataupun banjir. KPU juga dimintanya mengeluarkan ketentuan penundaan pemungutan suara apabila terjadi bencana di satu daerah serta penempatan TPS yang harus aman dari risiko bencana.

“Juga penertiban alat peraga kampanye yang dinilai mengganggu ketertiban umum, mengancam keselamatan dan merusak lingkungan seperti dipaku pada pohon,” katanya. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.