Berita Nasional Terpercaya

Pemandu Wisata, Sopir atau Travel Partner?

0

BERNAS.ID – Dunia pariwisata memang semakin “sexy” alias semakin diminati oleh para pencari kerja baik secara formal maupun non formal. Pemberitaan pekan lalu di beberapa media terkait “WNA diperkosa Pemandu Wisata” yang terjadi di Bali adalah sebagai salah satu contoh kecil bahwa industri ini membutuhkan perhatian lebih serius di berbagai aspek.

Menurut asosiasi pariwisata di Bali, nama pelaku tersebut tidak ada namanya dalam daftar anggota asosiasi pramuwisata dan tidak dikenal oleh beberapa pramuwisata di Bali.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pembangunan kepariwisataan di Indonesia mencakup 4 pilar pada dimensi kelembagaan, pemasaran, destinasi dan industri. Keempatnya tersebut memiliki aspek secara substantif yang saling terintegerasi untuk saling mendukung antar pilar.

Baca Juga : Asosiasi Pariwisata Menolak Pajak Spa 40%

Sebagai contoh bidang kelembagaan telah memiliki program bidang pemberdayaan sumber daya dan standar kompetensi pekerja pariwisata.

Program ini diharapkan mampu menciptakan SDM untuk yang unggul dalam sistem tata kelola destinasi dan strategi yang tepat untuk pemasaran. Sehingga tercipta iklim industri yang harmonis dan bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa.

Definisi pemandu wisata adalah seseorang yang bertugas untuk memberikan bimbingan, informasi dan petunjuk tentang atraksi atau destinasi wisata (Yoeti, 2010 : 76).

Dalam konteks profesi kerja, seorang pemandu wisata diwajibkan telah lulus uji sertifikasi profesi bidang kepemanduan yang memiliki materi uji pada bidang destinasi (umum), ekowisata, wisata tirta, wisata museum pendakian dan jenis atraksi wisata lainnya.

Lebih lanjut, profesi pemandu wisata juga dinaungi oleh asosiasi resmi dan di Indonesia bernama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) yang meregister semua anggotanya dengan persyaratan khusus, termasuk telah mengikuti pelatihan kepemanduan, bahkan hingga lulus ujian sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Pariwisata (LSP).

Dalam menjalankan profesinya seorang pemandu wisata wajib mengenakan kartu tanda pengenal yang dikeluarkan oleh perusahaan tempat kerjanya atau kartu tanda anggota HPI.

Hal tersebut juga patut diketahui dan dipahami oleh wisatawan agar mendapatkan layanan jasa pemandu yang benar, aman dan bertanggungjawab.

Karena praktek di lapangan kebanyakan juga wisatawan baik domestik maupun mancanegara, menganggap dengan memesan kendaraan baik pada jasa sewa kendaraan resmi maupun pesanan taxi online itu sudah dianggap pemandu selama berwisata.

Harus dipahami bahwa profesi sopir (driver) dan pemandu wisata adalah dua pemberi jasa layanan wisata yang berbeda.

Untuk pemesanan paket wisata melalui travel agent resmi, pihak perusahaan akan menyediakan driver dan pemandu resmi yang qualified untuk mengantarkan tamu ke tempat wisata mulai dari penjemputan, perjalanan, selama di destinasi wisata hingga kembali ke hotel tempat menginap.

Berbeda lagi halnya jika wisatawan mengunjungi suatu destinasi dan bertemu dengan seseorang yang diminta untuk mengantar selama berwisata.

Baca Juga : Kejari Sleman Diminta Pakai Strategi Klaster Bongkar Dugaan Korupsi Hibah Pariwisata

Orang tersebut bisa jadi sudah dikenal sebelumnya maupun dikenal saat pertemuan di destinasi dengan perjanjian maupun tidak. Kondisi ini disebut travel partner, karena didasari dengan perkenalan atau perjanjian dan bukan karena khusus memesan jasa pemandu wisata resmi.

Dari uraian ketiga status pendamping berwisata di atas, sangat jelas bahwa untuk kenyamanan dan keselamatan berwisata sebaiknya wisatawan yang membutuhkan jasa pemandu wisata agar memilih orang yang tepat.

Sebagaimana uraian di atas, berwisata yang nyaman agar menggunakan licensed guide yang memiliki kapasitas standar kepemanduan serta menguasai product and destination knowledge, memahami aspek keamanan, keselamatan, pelayanan prima dan harapan untuk kepuasan wisatawan.

Sehingga dapat terwujud juga responsible traveler sebagai penikmat destinasi wisata menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Salam Wonderful Indonesia,

(Penulis: Ketut Swabawa | Praktisi Pariwisata)

Leave A Reply

Your email address will not be published.