Berita Nasional Terpercaya

Menilai Seseorang Harus Terukur

0

BERNAS.ID – Seringkali kita terlalu mudah menilai orang lain, kita melihat orang lain secara sekilas dan dengan cepat kita bisa memberikan penilaian kita kepada orang lain, penilaian yang kita lakukan menjadi sangat subyektif karena sisi emosional dan kedekatan kita gunakan untuk memberi penilaian tersebut.

Efeknya dibagi menjadi 2 hal besar yaitu:

• Orang menjadi sakit hati dan marah dengan apa yang mereka dengar dari penilaian kita
• Orang menjadi sangat nyaman dan semakin merasa dekat karena mereka sangat mengamini penilaian kita dan menjadi jauh lebih dekat dan tergantung dengan kita sebagai penilai.

Hal ini bisa menjadi tidak efektif karena kita memiliki hobby yang sangat nyleneh yaitu :
• Hobby membahagiakan orang dan membuat orang senang…..bukan Cuma bapak senang ya….sehingga kita lebih diterima dimanapun kita berada
• Hobby lainnya adalah kita hobby menghakimi orang lain dengan mengedepankan like & dislike karena acuan emosional yang kita miliki pada orang tertentu…

STOPPPP!!!
Ini sangat berbahaya guys, berbahaya bagi kita sebagai penilai maupun orang lain yang sudah kita nilai, dampaknya tidak baik jika kita terlalu cepat menilai orng berdasarkan faktor emosional dan kedekatan saja.

Khususnya jika kita menerapkan ini dalam dunia kerja atau profesi kita terlebih jika kita bertindak sebagai Praktisi Manajemen SDM (HRD) atau Leader yang menilai tim kerja kita.

Ingat selalu bahwa sebelum kita menilai seseorang maka kita perlu memahami benar ukuran untuk menilai seseorang itu sehingga kita punya data yang akurat untuk memberikan argumen, bukti dan data yang tepat untuk pengembangan kapasitas kedepan bagi SDM yang bersangkutan.

Maka mari kita mulai dari sekarang lebih memahami sebuah data dan dokumen yang menjadi ukuran standar untuk kita memberikan penilaian bagi siapapun karena inilah ciri penilaian obyektif.

Pertanyaan akan muncul “lalu bagaimana caranya?karena di tempat saya penilaian ya seperti itu”.

Inilah yang harus kita bangun dan budayakan sehingga Obyektivitas akan lebih mengendalikan disbanding subyektivitas, dan itu akan lebih memunculkan harmonisasi hubungan dan kerjasama yang lebih baik dan terarah dalam fungsi kerja kita.

Tentunya kita sebagai Leader dan sekaligus praktisi Manajemen SDM dituntut untuk bisa memberikan penilaian secara obyektif kepada siapapun karena manajemen SDM selalu berbicara kualitas SDM, jika tanpa dasar dan kita menjadi asal menilai maka hal ini jauh dari sebuah Kualitas, maka mari kita siapkan langkah yang ideal untuk kita bisa menjadi penilai yang jauh lebih baik dan bijak.

Langkah sederhana :

Pahami Tugas, Fungsi dan Produk dari jabatan

Ini sangat diperlukan oleh kita semua untuk mulai mengendalikan cara penilaian kita dengan baik dan tepat, kita bisa menjadi bijak dengan mengatakan “saya lihat kerjamu kurang fokus dan tidak tersistem, tetapi karena saya melihat kita sudah lama bekerjasama maka tahun ini saya tetap memberikan nilai baik untuk anda, silahkan terus melakukan perbaikan”.

Percakapan singkat ini menjadi seperti berarti karena kita memberikan toleransi tertentu pada seseorang karena kedekatan dan lama waktu kerja sehingga kita tidak melihat efek lain yang muncul sebagai akibat Kurang fokus dan tidak tersistem”.

Hal ini seakan menjadikan kita leader yang bijaksana tetapi sebenarnya kita sedang membawa pengaruh buruk bagi tim kerja kita karena kita kurang mampu melihat fungsi, tugas dan produk pada jabatan yang sedang diduduki oleh tim kerja kita.

Maka mari kita pahami fungsi ini karena kita akan lebih mengetahui dengan produk dan cakupan fungsi ini ukuran apa yang paling tepat untuk kita tetapkan dalam menilai peran SDM di jabatan yang tersedia.

Sediakan waktu beberapa menit untuk memahami hal ini maka ukuran ini akan mudah kita dapatkan sebagai acuan penilaian.

Pelajarilah Efek

Apabila customer memberikan complain berarti ada sesuatu yang salah sedang dilakukan oleh Produsen sehingga metode, proses maupun hasil akhir produk tidak terlalu diterima.

Jika anda menjalankan pekerjaan yang professional maka hal ini jelas akan menghasilkan satu ukuran yang jelas bahwa salah satu cara efektif menilai adalah memberikan kesempatan setiap customer untuk menyampaikan pendapatnya, membiarkan customer mengkritisi produk yang sedang dikerjakan oleh tim anda….

Nah, dalam lingkup pekerjaan pengaruh ini juga sangat terasa baik sebagai customer internal maupun customer eksternal, jika keduanya hasilnya ok maka kita pun akan memberikan nilai yang maksimal dan sebaliknya.

Jadi mari kita mulai untuk mempelajaru efek ini untuk menilai tim kita masing-masing, apakah mereka sudah menjadi produsen yang baik untuk semua customer mereka atau belum sehingga ukuran inipun cukup mudah untuk kita terapkan dalam menilai orang lain atau tim kita.

Sepakati Ukuran yang tepat

Setelah kita memahami fungsi, tugas dan produk dan kita mulai mempelajari efek atas produk yang dihasilkan ini maka saatnya kita mulai menentukan ukuran apa saja yang tepat dan akurat untuk ditetapkan sebagai acuan menilai seseorang, terkait hal ini gunakan cara yang paling SMART (Specific, Measurement, Achievable, Relevant dan Time-bound) sehingga ukuran capaian akan menjadi lebih jelas untuk dilacak, dianalisa dan dieksekusi, semakin detil dan spesifik ukuran maka semakin mudah untuk kita menilai.

Tentunya jangan berbicara hal besar terlebih dahulu jika kita sedang memulai karena hal besar tidak akan terjadi tanpa hal kecil yang harus kita capai terlebih dahulu dan dari yang kecil inilah kita mampu melacak dan mengidentifikasi capaian yang sudah dilaksanakan.

Yang tidak kalah penting adalah ketika kita akan memulai menatapkan ukuran ini maka selalulah memulai dari menyepakati bersama sehingga dengan kesepakatan ini anda sedang mengajarkan tim anda untuk belajar bertanggung jawab dengan target dan sasaran yang sudah dibuat.

Cobalah komitmen untuk Eksekusi

langkah 1, 2 dan 3 adalah cara sederhana untuk kita memulai menjadi orang lebih obyektif dalam menilai dan kita sedang berada dalam langkah merancang ukuran.

Tetapi untuk langkah 4 ini kita telah menganalisa dengan baik apa yang sudah kita rancang ini dan hasilnya adalah kita tinggal mengatur komitmen diri kita untuk selalu fokus dengan apa yang sudah kita rancang dan mengeksekusinya secara sistematis dan kontinyu karena seringkali kita dikalahkan oleh rasa malas dan rasa ndak enak kalo dalam arti jawanya adalah pekewuh sehingga ukuran sehebat dan seobyektif apapun tidak akan berhasil jika kita belum berani memutuskan melakukannya secara kontinyu dan rutin melakukan evaluasi…..

Jadi, terakhir saya mengingatkan bahwa menilai seseorang itu perlu pengukuran yang jelas sehingga kita dan orang yang kita nilai menjadi lebih happy untuk menerima hasil penilaiannya.

Salam SDM Kompeten,

(Penulis: Fajar Riadi Dwi Sasongko |
Human Resources Management Specialist)

Leave A Reply

Your email address will not be published.