Berita Nasional Terpercaya

Forum Tarjih Muhammadiyah 2024 Bakal Luncurkan Kalender Hijriyah Global untuk 100 Tahun ke Depan

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah bersiap melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-32 di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Acara akan dibuka pada 23 Februari 2024 dan berakhir pada tanggal 25 Februari 2024.

“Forum Tarjih ini adalah forum tertinggi untuk mengkaji masalah-masalah keagamaan untuk dikaji dan dibahas guna memberikan penjelasan keagamaan,” ujar Syamsul Anwar selaku Ketua PP Muhammadiyah, Rabu (21/2/2024).

Ia menjelaskan bahwa Pekalongan dipilih karena memiliki nilai sejarah yang mendalam, menjadi tempat berdirinya Majelis Tarjih dan Tajdid pada tahun 1927. Keputusan ini memperkuat ikatan historis yang tercermin dalam perjalanan panjang Muhammadiyah.

Pembahasan pertama yang menjadi poin krusial dalam Munas Tarjih ini adalah Kalender Hijriyah Global Tunggal. Muhammadiyah telah menyiapkan konsep Kalender Islam Global dengan prinsip satu hari satu tanggal Hijriah di seluruh dunia. Upaya serius telah dilakukan melalui berbagai seminar, kajian, dan sosialisasi di berbagai wilayah untuk mendukung terwujudnya Kalender Hijriyah Global Tunggal ini.

“Kami akan menerapkan kalender Hijriyah mulai tahun depan, dan sudah disiapkan untuk 100 tahun ke depan,” ujar dia.

Kalender ini menurut dia merupakan kesepakatan para ulama global sejak 2016. Para ulama tersebut berasal dari negara-negara islam yang tergabung dalam OKI.

“Kami minta kalender ini nanti dapat dipergunakan seluas-luasnya oleh umat Islam,  termasuk untuk kepentingan menentukan waktu-waktu ubadah,” katanya.

Baca juga: Muktamar Ke-48 Muhammadiyah Dan Aisyiyah Di Solo Dimulai

Pembahasan kedua yang menjadi sorotan dalam munas kali ini menurut dia adalah Fikih Wakaf Kontemporer. Dalam konteks ini, pembahasan fikih wakaf tidak hanya memusatkan perhatian pada isu-isu klasik, melainkan juga menggali isu-isu kontemporer yang muncul dalam ranah wakaf. Isu-isu kontemporer seperti wakaf uang, sukuk, Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) akan menjadi fokus utama dalam Munas Tarjih.

“Permasalahan seputar wakaf tidak hanya dianggap sebagai aspek keagamaan, tetapi juga sebagai bagian integral dari sektor ekonomi syariah yang terus bertransformasi,” ujar dia.

Oleh karena itu, Munas Tarjih merangkul materi fikih wakaf sebagai upaya untuk menyikapi dinamika zaman serta memastikan bahwa perspektif Muhammadiyah tetap relevan dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Baca juga: Muhammadiyah Jogja Expo DIY Menyambut Muktamar Ke-48 Di Surakarta

Materi lain yang akan dibahas di Munas Tarjih adalah Pengembangan Manhaj Tarjih Muhammamdiyah. Tarjih dalam artian luas yaitu setiap aktifitas intelektual untuk merespons permasalahan sosial dan kemanusiaan dari sudut pandang agama Islam. BerTarjih bisa diartikan berijtihad mengenai suatu permasalahan yang dilihat dari perspektif agama Islam. Dalam Tarjih tidak bisa dilakukan dengan serampangan akan tetapi harus berdasarkan asas-asas dan prinsip-prinsip tertentu, yang dinamakan sebagai manhaj Tarjih atau metodologi Tarjih.

“Karenanya, Manhaj Tarjih dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang memuat seperangkat wawasan, sumber, pendekatan, dan prosedur-prosedur teknis metode tertentu yang menjadi pegangan kegiatan keTarjihan.” (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.