Berita Nasional Terpercaya

IAI DIY Gelar Ajang Dua Tahunan PIE YO 2024

0

SLEMAN, BERNAS.ID- Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar event dua tahunan Pertemuan Ilmiah Eksibhisi Yogyakarta 2024 (PIE YO) dengan mengusung tema “Inovation, Technology, and Social Change in the Age of Health Transformation”.

Kegiatan PIE YO dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 23-25 Februari 2024 secara hybrid dengan dihadiri 289 peserta ( 234 offline dan 55 online). Kegiatan ini melibatkan semua stakeholder seperti akademisi perguruan tinggi farmasi, praktisi rumah sakit, apotek, puskesmas, pedagang besar farmasi, dan industri obat.

Kegiatan PIE YO diawali dengan keynote speech dari Kementrian Kesehatan oleh drg. Diono Susilo Y, MPH selaku Sekretaris Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia dan dibuka oleh Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan.

Baca Juga : Minum Jamu di RS Bethesda, Dewan Jamu Indonesia DIY Terus Memperkenalkan Jamu

Apt.Hendy Ristiono, MPH selaku Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia DI Yogyakarta berharap melalui kegiatan PIE YO dapat mendorong pemahaman yang lebih baik bagi anggota IAI dan masyarakat tentang peran inovasi dan teknologi dalam transformasi kesehatan serta dampaknya pada perubahan sosial. Selain itu, dapat memotivasi kolaborasi dan pengembangan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan serta menggali lebih dalam tentang dampak transformasi kesehatan secara global.

“Ini menjadi komitmen, seperti salah satu nilai yang nenjadi napas IAI DIY, yaitu SIAP TERATUR. Yaitu, Sinergi Inovasi Advokasi Profesional Sejahtera Ilmiah Terstruktur. Melalui nilai tersebut, kami ingin ada gebrakan-gebrakan untuk penambahan income dan ilmiah, yaitu nuansa pendidikan jangan sampai luntur karena kita lahir di Yogyakarta, sebagai Kota Pendidikan,” tutur Hendy saat memberi sambutan, Jumat (23/2).

Lanjut tambahnya, IAI DIY juga telah menggelar peningkatan kapasitas para anggota apoteker melalui Sinau Online Series (SOS) yang saat ini telah mencapai series ke-48.

“Kita semua difasilitasi untuk menambah kapasitas melalui tema yang by desain atau secara teratur. Topik tersebut telah dirancang selama 4 tahun. Harapan secara kafah para apoteker akan mendapat ilmu-ilmu yang sangat berguna,” ucap Hendy.

Dalam acara PIE YO, panitia berhasil mengundang dr. Gamal Albinsaid, M.Biomed yang dikenal sebagai seorang dokter, inovator kesehatan, wirausaha sosial, yang juga inspirator kebanggaan Indonesia. Topik yang akan dibawakan adalah “Menggengam Masa Depan: Inovasi Teknologi dan Perubahan dalam Transformasi Kesehatan”. Setelah itu akan ada 8 simposium peningkatan kompetensi dalam teknologi yang diisi oleh pakar ahli di bidangnya.

Baca Juga : Yayasan Mataram Yogyakarta, UWM, dan NIU Diskusikan Pendidikan di DIY

2 simposisun pelatihan preseptor diisi oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), yaitu presentasi ilmiah berupa oral dan poster yang memaparkan hasil penelitian yang relevan dan up to date, serta satu kegiatan unggulan berupa Health Promotion Competition yang berskala Nasional dan disupport langsung oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia.

Rangkaian acara di hari ketiga ditutup dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 dan diikuti oleh 580 peserta yang hadir.

Kegiatan ini dimulai dengan senam bersama, kemudian masyarakat akan diedukasi terkait “Optimalisasi Media Sosial Untuk Promosi Kesehatan Dalam Mendukung Perilaku Bijak Penggunaan Obat”. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.