Berita Nasional Terpercaya

BPIP dan Pusat Studi Pancasila UGM Gelar Seminar Kontribusi Soekarno di Kancah Internasional

0

SLEMAN, BERNAS.ID- Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Pusat Studi Pancasila UGM menyelenggarakan seminar nasional dan bedah buku yang diterbitkan BPIP di University Club Universitas Gajah Mada, Kamis (21/2). Kegiatan seminar dan bedah buku dihadiri oleh 225 Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta.

Baca Juga Festival Lereng Merapi Tanamkan Pendidikan Karakter

Dalam laporan yang disampaikan Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP RI, Ir Prakoso Menurut Ir Prakoso, Ir. Soekarno pernah menyampaikan Pancasila dalam bahasa Inggris, yaitu Believe in God, Nasionalism, Humanity, Democracy, dan Social Justice mengandung 5 prinsip untuk kebaikan Indonesia, yaitu kebangsaan Indonesia, Internasionalisme, Demokrasi, Kesejahteraan Sosial dan Ketuhanan.

“Lima prinsip itu dilaksanakan secara mengikat bagi seluruh warga Negara Indonesia, bukan hanya untuk dibaca dan dihafalkan, tetapi lebih dari itu harus mengimplementasikan butir-butirnya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ir Prakoso.

Sementara itu Rektor UGM, Prof Ova Emilia berharap diskusi buku karya BPIP dapat memberikan pemicu untuk olah gagasan selanjutnya. Prinsip dasar pendiri negara adalah tidak inferior dan juga tidak superior, artinya menjunjung tinggi prinsip kesetaraan.

Keynote Speech Kepala BPIP RI, Prof Yudian Wahyudi menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan seminar bedah buku yang merupakan bagian ikhtiar dari BPIP RI untuk terus mensosialisasikan Pancasila, khususnya kepada generasi muda. Dikatakannya buku yang didiskusikan merupakan buku terbitan BPIP RI yang berisi tentang kontribusi Pancasila di kancah dunia. Termasuk saat pidato presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno yang berjudul “To Build the World Anew”, pada sidang PBB, 30 September 1960.

“Pidato tersebut dimasukkan ke dalam memory of the world oleh UNESCO yang merupakan warisan dunia dan boleh dikutip oleh siapa saja. Nilai-nilai Pancasila diakui oleh dunia. Melalui pidato tersebut, Bung Karno mengajak pemimpin dunia untuk membangun semua bangsa hidup dalam damai. Bung Karno mengutuk keras segala bentuk Imperialisme dan Kolonialisme,” ujar Prof Wahyudi.

Lanjut tambahnya, proklamasi Republik Indonesia adalah proklamasi terbaik di muka bumi sepanjang sejarah karena ketika berlangsungnya proklamasi, Indonesia tidak punya teknologi militer. Meskipun begitu, hanya dalam waktu 50 detik, proklamasi berhasil membebaskan dan mempersatukan kembali minimal 57 negara. Menurutnya, Bung Karno menawarkan Pancasila menjadi jalan ketiga dari dua jalan yang sudah ada, yaitu Imperialisme-Kapitalisme dan Sosialisme-Komunisme. “Pancasila yang berisikan lima asas yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi dan Keadilan Sosial, merupakan nilai universal yang dapat menuntun bangsa-bangsa di dunia untuk hidup rukun, damai, saling menghormati, dan menghargai,” katanya.

Pancasila merupakan mukjizat bangsa Indonesia. Dilihat dari segi bahasa, mukjizat itu kalimat pendek yang mampu membungkam siapapun lawannya. Pancasila merupakan kalimat pendek yang mampu membungkam siapapun lawannya hingga hari ini. Dengan melihat perkembangan dunia global terkini, Kepala BPIP RI berpesan kepada generasi muda khususnya Mahasiswa, selain memedomani, menghayati, dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, juga perlu menguasai teknologi dan bahasa asing.

“Pada 30 September hasil dari proklamasi, Bung Karno mengguncangkan dunia. Sampai saat itulah Indonesia sudah menjadi tiga dari super power dunia. Jadilah generasi unggul dan sebarkan nilai Pancasila ke seluruh penjuru negeri,” demikian tegas Prof Yudian Wahyudi.

Sementara itu mengawali diskusi dan bedah buku, Diasma Sandi Swandaru selaku Moderator menyampaikan, Pancasila lahir dalam kondisi perang dunia kedua, artinya ada dua pertarungan besar antara blok Barat yang diwakili oleh Amerika Serikat dan blok Timur oleh Uni Soviet. Pancasila dilahirkan dalam konteks dunia. Pancasila telah dijadikan simbol perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme bagi bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Maka, pijakannya adalah Konferensi Asia Afrika (KAA) Tahun 1955. Dengan adanya Pancasila, banyak warga negara yang selamat. Pancasila menjadi leading dari sektor dunia Internasional.

Dr Darmansjah Djumala menyampaikan tentang Buku karya BPIP berjudul “Pancasila dari Indonesia untuk Dunia”. Ia menyebut Pancasila pernah diperkenalkan oleh Bung Karno di PBB tahun 1960. Bung karno menawarkan satu sistem nilai, yaitu Pancasila. Pancasila tidak ditempatkan sebagai jalan tengah, tidak ditempatkan sebagai jalan kompromi. Bung Karno menyebutkan bahwa Pancasila adalah jalan ke tiga dalam tata kelola dunia dan disebut dengan Ideologi Perdamaian. Pancasila merupakan nilai yang mempersatukan yang terpisah dan mendekatkan apa yang terbelah.

Baca Juga Telusuri Kekayaan Historis Dan Budaya Kepulauan Selayar, Muhibah Budaya Jalur Rempah Digelar

Dr KH Marsudi Syuhud menyampaikan Indonesia bisa memberhentikan perang saudara karena mempunyai central point yang sudah menjadi tujuan atau titik berpikir bersama, yaitu Pancasila. Jika ada pertanyaan, piliah Alquran atau Pancasila?” Jawabannya, Pancasila tidak bisa dibandingkan dengan Al-Qur’an karena Pancasila merupakan bagian daripada nilai-nilai Alquran dan agama untuk hidup bersama.

“Jadi ketika kita berbangsa dan bernegara di Indonesia yang dasarnya Pancasila sudah sesuai dengan semua agama di Indonesia. Sementara itu, Demokrasi Pancasila kompatibel dengan agama, yaitu memenuhi beberapa hal, yaitu adanya musyawarah, menjaga dua kepentingan kemaslahatan, yaitu kemaslahatan bersama dan kemaslahatan individu. Kalau dua hal tersebut sudah dijalankan, artinya Pancasila sudah membumiJika bangsa mau bergotong-royong, tolong-menolong, mau bekerja, maka wujudnya adalah bersama-sama membangun bukan merobohkan dan bukan untuk menjelek-jelekkan,” demikian tegas Dr KH Marsudi Syuhud.

Menutup diskusi tentang Pancasila kai ini, Diasma Sandi Swandaru, M.H. selaku Moderator menyampaikan dua poin penting, bahwa, nilai-nilai Pancasila akan terus hidup, namun tidak akan pernah menjadi sesuatu yang bermakna jika tidak diimplementasikan dalam bentuk aksi (tindakan). Pancasila dapat memayungi semua perbedaan dan keragaman. Pancasila menyatukan semua keberagaman dan perbedaan yang dituangkan dalam Bhineka Tunggal Ika, menjadi kekayaan Bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa-bangsa lain di dunia ini. (Jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.