Berita Nasional Terpercaya

Antisipasi Penyakit Japanese Enchepalitis (JE), Pemkot Jogja Persiapkan Imunisasi Gratis

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Japanese Encephalitis (JE) merupakan peradangan jaringan otak yang disebabkan oleh Japanese Encephalitis Virus (JEV) yang ditularkan oleh nyamuk Culex yang dapat menularkan baik ke manusia maupun ke hewan peliharaan lainnyaPenyebaran penyakit ini tergantung musim, terutama pada musim hujan saat populasi nyamuk Culex meningkat.

Sebagai bagian dari upaya nasional pencegahan dan penanggulangan JE Pemerintah Kota Yogyakarta akan melakukan imunisasi massal pada September-Oktober 2024. Pasalnya, sudah ada 13 kasus JE di DIY, meski hingga kini belum ada kasusnya di Kota Jogja.

“Sampai saat ini JE belum ada obatnya, namun bisa diantisipasi dengan imunisasi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani, Selasa, 27 Februari 2024.

Ia meneruskan, pihaknya kini tengah menyiapkan sasaran vaksinasi JE. Pihaknya menargetkan akan ada 72.322 anak yang menerima vaksinasi atau imunisasi tersebut.

“Ini baru pertama kali. Layanannya nanti di 18 puskesmas, dan gratis, tidak berbiaya,” ujarnya.

Baca juga: Fogging: Langkah Cerdas Melawan Nyamuk Di Musim Hujan

Pemerintah Indonesia telah memulai pelaksanaan  introduksi imunisasi JE di Provinsi Bali pada tahun 2018 dan memperluas ke Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2023, serta rencana perluasan imunisasi JE di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2024, sesuai Keputusan Menteri     Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.01/07/MENKES/1462/2023 tentang Pemberian Imunisasi Japanese Encephalitis di Kabupaten/Kota Provinsi  Kalimantan Barat dan Kabupaten/Kota  di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelaksanaan introduksi imunisasi JE sebagai upaya pengendalian JE dapat dimulai dengan pemberian imunisasi  tambahan massal pada kelompok anak  usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun dengan target sasaran 844.213 anak (Provinsi DIY), dan target 72.322 anak (Kota Yogyakarta) yang akan dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu pada bulan September & Oktober 2024, dilanjutkan dengan pemberian satu dosis imunisasi JE pada anak usia 10 (sepuluh) bulan dalam jadwal imunisasi rutin mulai bulan November 2024.

Baca juga: Jaga Buah Hati, Waspadai Nyamuk Aedes Aegypti Di Musim Hujan

Sebagai tambahan informasi, penyakit ini endemik di daerah Asia, mulai dari Jepang, Filipina, Taiwan, Korea, China, Indo China, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan India. Japanese Encephalitis pertama kali dikenal di Jepang pada tahun 1871 dan diketahui menginfeksi sekitar 6.000 orang pada tahun 1934 dari jaringan otak penderita ensefalitis yang meninggal.

Kasus Japanese Encephalitis di Indonesia pertama dikonfirmasi secara serologis pada tahun 1996. Pada tahun 2001-2003, dari 239 anak yang dicurigai JE terdapat 86 pasien anak dikonfirmasi menderita JE dari pemeriksaan laboratorium. Gejala klinis paling sering berupa demam, gangguan kesadaran, kejang, nyeri kepala, mual, dan muntah. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.