Berita Nasional Terpercaya

Legenda Putri Mandalika dalam Festival Bau Nyale

0

MANDALIKA, BERNAS.ID – Mandalika sebagai salah satu destinasi pariwisata Indonesia yang semakin terkenal setelah dibangunnya sirkuit balap motor dan menjadi tuan rumah kompetisi motoGP memiliki cerita legenda yang terus dilestarikan.

Mandalika merupakan nama seorang putri sangat cantik di jaman dahulu menurut cerita hikayat kuno suku Sasak dan diceritakan banyak raja yang tertarik untuk memperistrinya.

Singkat cerita, untuk menghindari pertempuran antar raja tersebut karena persaingan ingin meminang sang Putri, maka suatu ketika Putri Mandalika menceburkan dirinya ke pantai dan berjanji akan kembali setiap tahunnya di bulan ke-10 dalam penanggalan suku Sasak.

Baca Juga : Menteri PUPR: MotoGP Mandalika Membawa Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat Lokal

Pada saat itu seluruh para raja dan warga yang hadir ketika Putri Mandalika menceburkan diri ke laut di Pantai Kuta Lombok itu hanya menemukan banyaknya cacing laut di tempat tersebut.

Hal tersebut menjadi kenyataan hingga saat ini dengan munculnya nyale (cacing laut) yang sangat banyak pada bulan ke-10, yang biasanya jatuh sekitar bulan Februari – Maret menurut kalender Masehi.

Prosesi penentuan hari munculnya Nyale di bulan tersebut dilakukan melalui Sangkep Wariga (rapat membahas hari baik) yang dilakukan oleh para tokoh masyarakat adat setempat.

Penampakan Putri Mandalika dalam bentuk Nyale (sejenis cacing laut) hanya muncul dalam 1-2 hari dengan jumlah sangat banyak. Peristiwa tersebut dikenal dengan nama Bau Nyale (bau= menangkap, nyale = cacing laut).

Masyarakat dari seluruh Pulau Lombok berduyun-duyun mendatangi Pantai Seger Kuta Mandalika, yang terletak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB.

Baca Juga : 7 Ruas Jalan Inpres DIY Permudah Akses Wisata untuk Maksimalkan Pertumbuhan Ekonomi

Dalam era kekinian, kegiatan budaya tradisional masyarakat suku Sasak tersebut telah dikemas dalam program Festival Bau Nyale dan masuk dalam agenda kegiatan tahunan Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kemenparekraf.

Tahun ini Festival Bau Nyale berlangsung seminggu dan malam puncaknya pada 29 Februari 2024.

Serangkaian kegiatan dilaksanakan yang meliputi lomba membaca lontar, pemilihan Putri Mandalika 2024, Karnaval Putri Mandalika, Pagelaran seni budaya seperti tarian khas Lombok yaitu Presean dan tabuh Gendang Beleq serta lainnya.

Para wisatawan yang menghadiri Festival Bau Nyale juga datang dari seluruh Indonesia dan juga luar negeri sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan yang sekaligus meningkatkan tingkat hunian, transaksi pembayaran dan aktifitas masyarakat.

Hal ini dapat menggerakkan ekonomi hingga lapisan masyarakat terbawah termasuk UMKM, pekerja seni dan kerajinan. Sehingga pelestarian tradisi dan budaya wajib menjadi tanggung jawab kita bersama agar tetap terjaga untuk keberlanjutan multi dimensi kehidupan manusia.

Yuk semakin #BanggaBerwisatadiIndonesia dan sukseskan promosi pariwisata Nusantara untuk berwisata #DiIndonesiaAja.

(Penulis: Ketut Swabawa | Praktisi Pariwisata)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.