Berita Nasional Terpercaya

Tangkal Mewabahnya Antraks Seperti di Gunungkidul dan Sleman, Ini Yang Dilakukan Pemkot Jogja

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Kasus Antraks mulai menyita perhatian di beberapa wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta beberapa hari ini. Di Kabupaten Gunungkidul, 17 warga diduga mengalami infeksi antraks. Sementara di Kabupaten Sleman, 26 warga yang terindikasi antraks sudah mendapatkan penanganan. Satu orang pun dilaporkan meninggal.

Pemkot Yogyakarta pun bersiap-siap menghadapinya. Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo menyampaikan, saat ini memang belum ditemukan kasus Antraks di Kota Jogja. Namun pihaknya melalui Dinas Kesehatan bersiap untuk mengantisipasi.

“Kita siap kalau nanti [menghadapi kasus] seperti apa yang dilakukan Pemkab Gunungkidul,” jelasnya Kamis 14 Maret 2024.

Baca juga: Kasus Antraks Di Gunungkidul, Dewan Minta Pemda Serius Menangani

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menjelaskan, Antraks merupakan penyakit menular akut yang ditularkan dari spora. Sumber penyakitnya dari hewan pemamah biak, seperti sapi, kambing, domba, atau kuda.

“Tanda dan gejalanya adanya ulkus, yang ditengahnya terdapat lubang hitam, biasanya di tangan atau kaki,” ujarnya.

Ia menjelaskan, yang utama dilakukan pihaknya adalah penyelidikan epidemiologi, atau penyelidikan yang dilakukan untuk mengenal sifat-sifat penyebab, sumber dan cara penularan serta faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya wabah. Kalau ada yang terkena akan langsung cepat ditangani.

“Kalau ada yang terkenal kami akan melaporkan ke Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

Baca juga: Jogja Endemis Antraks, Perlu Kewaspadaan Tinggi

Kabid Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sri Panggarti menjelaskan, ciri-ciri khusus daging hewan yang terkena Antraks agak susah dikenali. Namun kalau daging yang sehat menurutnya mudah dikenali, dari kesegaran atau kecerahan warnanya.

“Kalau sapi ya merahnya merah segar, dan konsistensinya kenyal, tidak begitu berair. Kalau menghadapi daging yang mencurigakan, dan harganya lebih murah, sebaiknya dihindari,” katanya. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.