Berita Nasional Terpercaya

Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan, SMA Negeri 5 Yogyakarta Menggelar Bimtek

0

YOGYAKARTA BERNAS.ID – SMA Negeri 5 Yogyakarta bersama Komunitas Belajar Puspanegara SMAN 5 Yogyakarta menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan.

Acara yang digelar dua hari ini, diisi oleh pembicara-pembicara yang handal dibidangnya.

Seperti pada hari kedua pelaksanaan Bimtek tersebut, Kamis (14/3/2024) menghadirkan pembicara diantaranya Kasat Binmas Polresta Yogyakarta, Kompol Ani Sulistyarini dan Pengurus PMI Kota Yogyakarta, Kardi, SH, serta perwakilan PWM DIY, Arif Jamali Muis.

Baca Juga : Eko Suwanto Rekomendasikan Penanganan Klitih Dengan Cara Ini

Pada kesempatan itu Kompol Ani membawakan materi Kejahatan Jalanan yang Banyak Dilakukan oleh Pelajar.

Sementara Kardi, SH pada kesempatan yang sama membawakan materi Peran Orangtua Dalam Upaya Pencegahan Anak di Sekolah.

“Peran orangtua dalam upaya pencegahan kekerasan anak di sekolah adalah yang pertama sebagai pendidik, mengetahui cara mencegah kekerasan dan memberikan arahan kepada anak tentang apa saja yang harus dihindari dan dilalukan untuk mencegah kekerasan seksual,” katanya.

Yang kedua, lanjut Kardi menjadi panutan, baik dalam menjalankan nilai agama maupun norma yang berlaku di masyarakat, serta memberi contoh perilaku yang baik, sopan dan santun.

Ketiga, menjadi konselor, memberikan gambaran nilai-nilai positif dan negatif untuk membantu anak mengambil keputusan, agar anak mampu membuat keputusan yang terbaik dari pertimbangan orangtua.

“Keempat sebagai pendorong, mendorong untuk menumbuhkan sikap percaya diri dan keberanian dalam menghadapi masalah atau menyelesaikan perbuatan kekerasan,” katanya.

“Kelima, sebagai pengawas, mengawasi dan memantau sikap dan perilaku anak agar tetap sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan, terutama di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat,” tambah Kardi.

Baca Juga : Sri Sultan Ingin Segala Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Dihilangkan

Terakhir adalah sebagai teman dan komunikator, menjadi teman bicara atau teman untuk berbagi pikiran tentang kesulitan atau masalah yang dihadapi anak sehingga anak merasa nyaman dan terlindungi. Berkomunikasi dua arah dengan anak.

Sementara, Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Yogyakarta Fadiyah Suryani melalui bimtek ini berharap tidak ada lagi bullying, kekerasan, penganiayaan, dan pemalakan di sekolah, sehingga anak-anak merasa aman, nyaman, dan senang berada di sekolah.

“Sehingga hak-hak anak dapat terpenuhi,” katanya.

Kegiatan bimtek ini dilaksanakan secara nasional, dan diakses oleh para tenaga pendidik dari luar Yogyakarta melalui zoom meeting secara online. (cdr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.