Berita Nasional Terpercaya

Buku Neuropolitik Hadir Berdasarkan Kajian Gonjang Ganjing Pemilu

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Gonjang ganjing pesta demokrasi atau pemilu berimbas pada semua lini, dan salah satunya ditandai dengan lahirnya buku Neuropolitik yang ditulis Dr. Wahyu Riawati beserta dr. Ryu Hasan.

“Buku ini sangat akademis dan penuh dengan keilmuan, sehingga jika anda bisa memahami buku ini berarti IQ anda diatas 100, karena buku ini hanya bisa dipahami oleh orang yang ber IQ diatas 100,” ungkap Ryu Hasan, saat Launching buku tersebut di UC UGM, Sabtu (16/3/2024).

Lebih lanjut Ryu Hasan juga mengatakan bahwa dalam buku ini mencoba membedah secara keilmuan tentang paradigma pilihan yang dilakukan oleh manusia dalam menentukan pilihan.

Baca Juga : Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2024 Tingkat DIY, Saksi Paslon AMIN Tolak Tanda Tangan Berita Acara

“Saat ini banyak pertarungan gagasan antara rasional irasional serta emosional yang muncul dalam berbagai kebijakan, saya ambil contoh ketika pilihan-pilihan yang militan yang sudah ditentukan akhirnya kalah dengan pilhan sembako dan uang beberatus ribu rupiah saja,” katanya.

“Hal tersebut terjadi bahwa pilahan emosional lebih mendominasi saat itu , karena berada dalam kebutuhan yang mendesak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Dr. Wahyu Riawati ,M.P. yang juga seorang Birokrat di Pemda DIY mengemukakan bahwa buku tersebut diterbitkan berdasarkan hasil kajian Neuropolitik yang membahas perihal pilihan sosial dan pilihan politik dalam perspektif Neuroscience.

Pemantik bahasan neuropolitik muncul sejak masa pemilu tahun 2019 yang menyisakan perpecahan dua kubu pendukung capres kala itu yang dikenal dengan istilah “Cebong vs Kampret”.

Baca Juga : Mahfuz Sidik: Pilpres 2024 akan Jadi ‘Game Changer Landscape’ Pileg dan Kekuatan Politik di Indonesia

“Polarisasi kedua kelompok masih terjadi pada saat ini dalam pesta demokrasi gelaran pemilu 2024, hanya saja dengan bentuk nama yang berbeda,” papar Ria panggilan akrabnya.

Lebih jauh Ria menambahkan bahwa diharapkan buku ini akan bisa menjadi bagian pemikiran di masyarakat terutama para pengambil kebijakan terhadap keputusan yang akan diambil.

“Berbagai bentuk polarisasi yang memiliki potensi perpecahan harus mampu dipahami oleh para pengambil kebijakan sehingga unsur netralitas juga menjadi bagian penting didalamnya”, tutupnya. (cdr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.