Berita Nasional Terpercaya

Sleman Vaksin Ternak Cegah Antraks Meluas

0

SLEMAN, BERNAS.ID- Kabupaten Sleman menggelar kegiatan vaksinasi antraks kepada sejumlah ternak seperti sapi dan kambing di Padukuhan Kalinongko Kidul, Kalurahan Gayamharjo, Prambanan, Selasa (19/3). Vaksinasi mencegah penyebaran penyakit antraks semakin meluas di Kabupaten Sleman.

Baca Juga Lurah Candibinangun Ditetapkan Tersangka Terkait Tanah Kas Desa

Turut menyaksikan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah, beserta rombongan dari Kementerian Pertanian RI.

Pada acara vaksinasi tersebut, diserahkan bantuan untuk memberantas antraks di Kabupaten Sleman yang diserahkan secara simbolis kepada Dinas Pertanian DIY. Bantuan tersebut terdiri dari vaksin antraks sebanyak 2.600 dosis, vitamin 1.500 botol, antihistamin 500 botol, antibiotik 100 botol, dan spuit 20.000 set.

Dalam sambutannya, Nasrullah menyebut antraks merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menular ke manusia. Untuk itu penyakit ini perlu segera diberantas, salah satunya dengan cara melakukan vaksinasi kepada hewan-hewan ternak. “Jangan ada yang menjual atau mengkonsumsi hewan yang sakit atau mati. Ini bisa menularkan penyakit,” katanya.

“Untuk hewan yang mati karena antraks, ada SOP pemusnahannya, yakni dikubur kedalaman dua meter, dikasih formalin, kapur, ditutup, lalu disemen,” imbuh Nasrullah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengklaim kasus antraks di Kabupaten Sleman sudah terkendali dan sudah ditangani dengan baik. Namun, ia tetap mengimbau masyarakat untuk membawa ternaknya ke Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) terdekat apabila ternaknya mengalami penyakit sehingga dapat dilakukan upaya mitigasi lebih lanjut apabila ternak tersebut terjangkit antraks.

Kustini menjelaskan Pemkab Sleman telah melakukan upanya desinfeksi di lingkungan kandang ternak yang positif antraks. Pemkab Sleman juga telah memusnahkan daging ternak yang terkena antraks sesuai prosedur yang ada.

Upaya lain yang dilakukan Pemkab Sleman adalah pengobatan dan pemberian vitamin terhadap ternak sapi 143 ekor serta 224 kambing dan domba di sekitar lokasi kasus karena lokasi di sekitarnya sudah ada
ternak yang terpapar.

“Pemkab Sleman juga melakukan vaksinasi Antraks pada ternak sapi, domba dan kambing yang berada pada zona kuning, meliputi Dusun Nawung, sebagian Dusun Kalinongko Kidul dan sebagian Dusun
Kalinongko Lor,” terang Kustini.

Baca Juga Lurah Aktif Caturtunggal Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

Hery Sulistio Hermawan selaku Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY melaporkan kasus kematian ternak akibat antraks pertama muncul pada 2 Februari 2024. Namun hal tersebut tidak dilaporkan kepada pihak berwenang. Kasus kematian ternak ini terus terjadi dan membuat warga resah. Pada tanggal 7 Maret 2024, Kepala Dukuh Kalinongko Kidul melaporkan kejadian tersebut kepada Puskeswan Prambanan dan kemudian ditindaklanjuti.

“Alhamdulillah sudah tidak ditemukan penampakan kasus kematian ternak diduga antraks sejak 8 sampai 15 Maret 2024,” ucap Hery.

Adapun total ternak yang mati dari awal Februari sampai 7 Maret 2024 sebanyak 2 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Ternak tersebut berasal dari 4 pemilik dari dua padukuhan yang berbatasan, tapi berbeda kabupaten, yakni dari padukuhan Kalinongko Kidul, Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, dan padukuhan Kayoman, Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. (Jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.